BeritaKaltim.Co

Kasus Kematian Covid-19 Didominasi Lansia, Tiga Meninggal di IGD

BERITAKALTIM.CO- Kasus-kasus kematian terkonfirmasi Covid-19 di kota Balikpapan saat ini mencapai 12 orang didominasi kelompok lansia yang memiliki komorbid dan belum divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, total kasus kematian terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi di kota Balikpapan ada 12 menjadi perhatian dari 12 total kasus kematian akibat Covid-19, tapi yang jadi perhatian bahwa adanya kasus kematian setiap hari, terutama pada kelompok lansia yang memiliki komorbid dan belum divaksin.

“Khusus lansia yang punya komorbid sudah masuk kelompok sedang. Lansia dengan komorbid bergejala demam batuk pilek itu masuk kelompok sedang. Mohon segera ke rumah sakit,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan saat ditemui di kegiatan safari vaksinasi di Perumahan Tumaritis RT 65, Jumat (25/2/2022).

Dio mengatakan, selama dua hari terakhir ini, sebanyak tiga orang lansia meninggal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit dan belum sempat dirawat inap di rumah sakit. Artinya pasien terlambat datang ke rumah sakit sehingga tidak bisa tertolong.

“Kita jangan menyamaratakan atau menganggap omicron ini ringan, kami menemukan tiga kasus terpapar covid-19 yang meninggalnya di IGD, artinya belum sempat dirawat di rumah sakit dan ICU, ini menunjukkan keterlambatan rujukan,” ucapnya.

Dio menambahkan, memang omicron lebih banyak orang tanpa gejala atau bergejala ringan, tapi jangan semua disamaratakan dengan melaksanakan isoman saja.

“Bagi yang lansia dan memiliki komorbid kami harapkan tetap ke rumah sakit, walaupun gejalanya deman, batuk, pilek, tetapi komorbidnya berat dan belum divaksin, kita juga melihat beberapa kasus lansia yang meninggal di IGD,” imbuhnya.

Terkait tingkat keterisian di rumah sakit, Dio mengaku, masih cukup karena pihak rumah sakit tetap menyiapkan kamar untuk pasien Covid-19, saat ini angka keterisian tempat tidur di rumah sakit masih diangka 40 persen.

“Begitu juga tingkat keterisian di lokasi isoter seperti Hotel Gran Tiga Mustika diangka 95 persen, dan untuk Embarkasi Haji Batakan sudah terisi 31 pasien dihari pertama dimanfaatkan kembali sebagai lokasi isoter,” tutupnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.