BeritaKaltim.Co

Satgas Ramadhan Pertamina Berjaga Siang Malam Pastikan Stok Aman

BERITAKALTIM.CO- Beginilah kerja Satgas (Satuan Tugas) Ramadhan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Ketika semua orang cuti bersama dan libura panjang merayakan Idul Fitri, demi menjamin kebutuhan masyarakat terhadap BBM (Bahan Bakar Minyak), termasuk gas LPG rumah tangga, Satgas bekerja tetap bekerja siang malam.

“Stok LPG aman dan tersedia,” ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria, Kamis (5/5/2022).

Memasuki hari ke-4 atau H+2 Hari Raya Idul Fitri, Satria mengirim kabar terkini kondisi pelayanan BBM dan gas LPG kepada para wartawan. Khususnya di Kalimantan Timur. Dia menyertakan juga beberapa foto kios resmi tabung-tabung gas LPG di mana warga bisa membeli dengan harga sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) di Bontang, Kukar dan Samarinda. Dari caption yang ditulisnya, terlihat aktifitas distribusi pada hari libur tetap dilakukan dari pagi sampai malam hari.

“Kondisi penyaluran semalam di Bontang,” ujar Satria mengomentari sebuah foto. Ada juga mobil-mobil truk milik agen yang sedang loading di SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) Kutai Kartanegara.

Artinya, meskipun terjadi peningkatan konsumsi gas di dapur karena sibuk menyiapkan makanan dan kue lebaran, Pertamina konsisten menjaga agar emak-emak tidak resah pada saat tabung LPG kehabisan gas.

“Pertamina sudah mengantisipasi lonjakan permintaan LPG 3 Kg dengan menambah pasokan. Pada awal masa Satgas Pertamina telah menyampaikan bahwa pasokan BBM dan LPG dalam keadaan aman dan tersedia,” ujar Satria dalam rilis yang diterima Wartawan.

Dalam kalkulasi Pertamina, kebutuhan harian LPG selama masa Satgas Ramadhan dan Idul Fitri untuk Kota Samarinda sebanyak 29.160 tabung/hari dan tambahan alokasi sebesar 3.360 tabung per hari atau setara 11.5 persen dari lokasi harian.

Sedangkan untuk Kabupaten Kukar, pada periode yang sama disiapkan 28.000 tabung per hari dan tambahan alokasi sebesar 2.800 tabung per hari setara 10 persen dari lokasi harian. Kemudian untuk Kota Bontang disiapkan 3.920 tabung per hari dan tambahan planning di awal ramadhan sebesar 1.680 tabung dan di idul fitiri sebesar 2.240 tabung.

Hanya saja, walau secara matematis stok sudah aman, kondisi lapangan bisa saja terjadi di luar perkiraan. Seperti yang terjadi di Samarinda. Tiga hari menjelang hari raya, sempat ramai soal kelangkaan gas. Bahkan di warung-warung yang biasa jualan gas LPG 3 kilogram bersubsidi, sempat mengalami kekosongan.

Di warung-warung tradisional, harga jual gas 3 kilogram biasanya antara Rp25.000 sampai Rp28.000. Sedangkan untuk tabung Bright Gas 12 Kilogram, harganya mencapai Rp215.000. Praktik penjualan gas bersubsidi di warung-warung tradisional ini sudah lama berlangsung, meski sebenarnya dilarang.

“Pertamina menyayangkan adanya oknum-oknum yang menjual kembali LPG 3 kilogram dengan menaikkan harga dari HET (harga eceran tertinggi). Kami berharap pemerintah setempat dan atau aparat berwenang setempat dapat menindaklanjuti oknum-oknum yang menjual kembali barang subsidi, karena itu sudah menyalahi ketentuan,” komentar Satria.

Terkait HET LPG 3 Kilogram, sudah diatur oleh Keputusan Gubernur Kaltim. Bahkan harganya belum berubah sejak surat keputusan itu dibuat tahun 2019 silam. Untuk pangkalan resmi Pertamina Kota Samarinda dan Kab Kukar HET gas kilogra, bersubsidi sebesar Rp18.000. Sedangkan HET Kota Bontang Rp19.500.

“Bijaklah menggunakan barang subsidi seperti LPG 3 Kg, karena ini untuk masyarakat miskin. Jangan rampas hak mereka, apalagi dengan membuat susah dengan menjualnya lagi di pengecer,” imbau Satria.

“Apabila di lapangan ditemukan pangkalan resmi Pertamina menaikkan harga di atas HET, agar dapat melapor ke Pertamina Call Centre nomor 135. Sampaikan fakta-faktanya, di mana? kapan? siapa? apa yang mau disampaikan? Nanti tim terdekat lokasi akan menindaklanjuti laporan jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh pangkalan resmi Pertamina,” ujarnya lagi. #

Wartawan: wong

Comments are closed.