BeritaKaltim.Co

Ratusan Penumpang Kapal Pelni Kecewa Layanan Tiket dari Pelabuhan Lok Tuan Bontang

BERITAKALTIM.CO- Pelayanan dan mekanisme penjualan tiket kapal Pelni yang berangkat dari pelabuhan Lok Tuan, Kota Bontang tidak sedikit membuat calon penumpang atau pembeli tiket mengalami kesusahan. Hal itu disinyalir lantaran minimnya informasi loket penjualan tiket, sehingga banyak calon penumpang mengambil jalan pintas menggunakan jasa calo tiket.

Salah satu penumpang yang bernama Jovi mengatakan ia dan teman-temannya telah memesan tiket sejak tanggal 18 Juni 2022 via calo tiket, namun pada saat tanggal keberangkatan tanggal 27 Juni, uangnya dikembalikan oleh calo dengan alasan kehabisan tiket.

“Saya sudah memesan tiket via calo karena jarak antara pelabuhan Bontang dengan Sangkulirang, Kutim sangatlah jauh. Jika saya ke Bontang untuk membeli tiket maka habis diongkos, belum lagi ongkos travel sangat mahal,” ujarnya saat dia konfirmasi di Pelabuhan Lok Tuan, Bontang, Senin (27/6/2022).

Sementara, salah satu penumpang bernama Rubiah menjelaskan, telah memesan tiket sedari tanggal 11 Juli via online namun saat pembayaran, transaksi mengalami gangguan dengan keterangan; “tidak dapat melakukan pemesanan dari Embarkasi ini”.

Setelah itu dia mendatangi agen resmi yang biasa menjual tiket kapal dan pesawat, namun pihak agen mengatakan tidak lagi menjual tiket kapal yang berangkat dari pelabuhan Lok Tuan, Bontang dan mengarahkan agar membeli langsung di Pelni Bontang.

“Saat kami mau membeli tiket di agen di Samarinda, kami diarahkan untuk beli tiket di Bontang, saat kami sampai di Bontang malah tiketnya habis,” sesalnya.

Hal yang sama dialami oleh Junaifid, ia menyesalkan prosedur penjualan tiket tersebut mulai dari sistem online hingga diarahkan ke loket penjualan yang ada di pelabuhan Loktuan.

“Saya sudah berusaha membeli tiket kapal lewat online tapi gangguan dan agen-agen penjualan tiket di Samarinda mengarahkan untuk membeli tiket langsung ke Bontang, setelah sampai di bontang malah tiketnya habis,” sesalnya.

Beritakaltim mengkonfirmasi salah satu agen resmi penjualan tiket Pelni kota Bontang yakni PT. Thara Muda Sejahtera (TMS). Salah satu petinggi TMS, A Rifaid mengatakan pihaknya memang menjual tiket sesuai prosedur diantara calon penumpang wajib menyiapkan kartu Identitas (KTP).

“Kami menjual tiket sesuai pesanan, dengan syarat calon penumpang wajib membawa KTP ,” ujarnya.

Selain itu Rifai mengatakan pihaknya merasa dirugikan dengan adanya praktik calo penjual tiket. Belum lagi jika penumpang membeli tiket via agent resmi akan meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) kota Bontang.

“Kami juga rugi, belum lagi efek negatif lainya yang ditimbulkan oleh calo tiket,” paparnya.

Sementara saat dikonfirmasi, salah satu petugas Pelni mengatakan tidak ada waktu untuk wawancara dikarenakan masih sibuk melayani penumpang yang masuk ruang tunggu dan yang naik kapal.

“Saya tidak ada waktu untuk itu (wawancara),” singkatnya.

Beritakaltim juga mengkonfirmasi dengan Kepala Pelni Kota Semarinda, Syarif Hidayat via pesan whatsAap namun belum mendapatkan jawaban.

Berdasarkan pantau Beritakaltim di lokasi pelabuhan Loktuan terdapat sejumlah calo tiket kapal Pelni yang sedang dan tengah bertransaksi dengan calon penumpang kapal, dengan mendata nama calon penumpang, tujuan calon penumpang hingga meminta fotokopi kartu vaksin calon penumpang.

Selain itu ratusan penumpang yang tidak dapat berangkat menyesalkan minim dan rumitnya penjualan tiket bahkan sempat terjadi keributan kecil di area pelabuhan, rata-rata penumpang yang tertinggal merupakan penumpang tujuan pelabuhan Labuhan Bajo dan Pelabuhan Bima. #

Wartawan: Heriman

Comments are closed.