BeritaKaltim.Co

Kepala DP3 Balikpapan Anjurkan Beli Hewan Kurban Berstiker Kesehatan

BERITAKALTIM.CO- Menjelang Idul Adha permintaan hewan kurban meningkat. Hal ini ditandai dengan menjamurnya penjual musiman hewan kurban di kota Balikpapan. Mengingat wabah Penyakit Mulut Kulit (PMK) penjual hewan kurban wajib memiliki izin dari Dinas terkait guna mendapatkan stiker kesehatan hewan kurban bebas PMK.

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Heria Prisni mengatakan, Sertifikat bebas PMK telah diberikan kepada penjual hewan kurban yang sudah berizin sebanyak 30 titik lokasi yang telah mengajukan izin kesehatan dengan total 1200 ekor sapi mendapatkan stiker kesehatan.

” Yang tidak berizin kami tidak berikan setiker kesehatan walaupun secara uji gejala klinisnya tidak PMK. Jadi sapi kita itu ada 1900 dari luar yang masuk ke Balikpapan, dan 1200 ekor sapi diberikan stiker sehat,” ucap Heria kepada awak media, Jumat (1/7/2022).

Heria menyebut, Menjamurnya penjual sapi di kota Balikpapan hingga saat ini terhitung ada 66 titik lokasi penjualan hewan kurban tetapi yang melapor dan berizin ke kelurahan hanya 30 titik penjualan.

“Artinya 30 titik penjualan sapinya ada 1208 ekor. Untuk pengecekan sudah, saat ini telah dilakukan pemberian stiker sehat ke lapangan,” ucapnya.

Untuk mengetahui sapi bebas PMK, Heria katakan, 1916 ekor sapi yang datang dari luar daerah telah dilakukan pengecekan tidak menunjukkan gejala PMK. Tetapi yang diberikan stiker sehat hanya 1208 ekor sapi sesuai dengan izin yang diberikan kelurahan.

“Kayak label beli barang, nantinya akan ada label stiker sehat sebagai buktian dengan menjepitkan stiker pada tali hidung sapi,” ucapnya.

Heria mengatakan, untuk lokasi penjualan sapi wajib melakukan izin ke kelurahan sehingga sapi akan diberikan stiker sehat. Jika belum ada izin dari kelurahan, seharusnya tidak diperbolehkan berjualan sehingga maraknya pedagang sapi yang tidak berizin telah ditindak satpol PP.

“Jika tidak ada izin di kelurahan, kewajiban kami hanya memeriksa sapi yang berizin dan tak berizin untuk diperiksa kesehatan sapinya di lapangan. Bagi yang tidak ada izin dari kelurahan kami sarakan untuk berizin ke kelurahan karena tanpa izin dari kelurahan walaupun sapinya sehat, kami tidak akan memberikan stiker kesehatannya,” katanya.

Heria menganjurkan kepada pembeli hewan kurban agar membeli yang berstiker, karena pihaknya telah mengutamakan kesehatan hewan kurban. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.