BERITAKALTIM.CO- Kanwil V KPPU Balikpapan merespon cepat kenaikan tarif tiket pesawat yang merupakan salah satu penyumbang terbesar inflasi di Kalimantan Timur dengan melakukan koordinasi dengan beberapa stakeholder.
Kepala Kanwil V KPPU Balikpapan, Manaek Pasaribu mengingatkan, perusahaan airlines agar tidak memanfaatkan kekuatan monopolinya untuk rute tertentu dengan menetapkan tarif penerbangan yang tinggi.
“Pasar transportasi udara adalah oligopoli. Beberapa rute memang dikuasai oleh satu pelaku usaha, sehingga hal ini berpotensi airlines tersebut menetapkan harga yang eksesif karena tidak ada pilihan atau alternaltif,” kata Manaek Pasaribu.
Ketika tarif penerbangan naik tajam, seperti saat ini, lanjutnya, maka tetap saja dibeli. Padahal, tarif penerbangan yang mahal bukan saja menyulitkan konsumen, tetapi juga menjadi penyumbang inflasi. Perlu kiranya pengawasan terhadap perilaku pelaku usaha khususnya di rute yang hanya dikuasai oleh satu airlines.
Kanwil V KPPU Balikpapan telah melakukan diskusi dengan Bank Indonesia Perwakilan Balikpapan dan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur mengenai pergerakan harga beberapa komoditi barang dan jasa yang mengakibatkan inflasi di Kalimantan Timur.
Sebab provinsi ini tercatat mengalami inflasi sebesar 0,61% mtm pada Juli 2022 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,47% mtm. Inflasi tersebut utamanya bersumber dari peningkatan harga pada kelompok makanan minuman dan tembakau serta kelompok transportasi.
Hingga Juli 2022 inflasi Kalimantan Timur telah mencapai 5,05% yoy atau 4,14% ytd. Penyumbang inflasi terbesar di Kalimantan Timur didorong oleh peningkatan harga komoditi bawang merah, transportasi angkutan udara dan cabai rawit.
Khusus untuk faktor pendorong peningkatan tarif angkutan udara antara lain disebabkan oleh adanya kasus covid-19 yang semakin melandai dan terkendali di tengah berbagai kebijakan pelonggaran mobilitas oleh pemerintah. Kondisi itu telah mendorong masyarakat untuk kembali beraktivitas bepergian keluar wilayah ditambah dengan adanya potensi revenge travel akibat pandemi.
“Kemudian adanya isu keterbatasan armada maskapai di tengah peningkatan permintaan dari masyarakat,” ujarnya.
Alasan lain adalah kebijakan otoritas terkait untuk pengenaan biaya tambahan (fuel surcharge) yang berlaku sejak April 2022 seiring dengan kenaikan harga Avtur di 2022.
Adapun kebijakan fuel surcharge yang diberikan oleh pemerintah yaitu dengan besaran 10% di atas Tarif Batas Atas untuk pesawat Jet dan 20% di atas Tarif Batas Atas untuk pesawat baling-baling/propeller.
Manaek Pasaribu menjelaskan, terkait dengan kenaikan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau airport tax, KPPU Kanwil V telah melakukan diskusi dengan Angkasa Pura I (AP-I) Sepinggan Balikpapan.
“Diperoleh data dan informasi bahwa salah satunya terdapat penyesuaian tarif PPN menjadi 11%,” kata dia.
Khusus untuk di Bandara Sepinggan tarif kenaikan PJP2U dari Rp 115.000,- menjadi Rp 119.880,- (4,25%). Kenaikan tarif jasa layanan ini, biasanya dilakukan selama 2 tahun sekali.
Kedepannya Kanwil V KPPU Balikpapan akan meminta keterangan pelaku usaha airlines untuk mendapatkan data dan informasi terkait dengan kenaikan harga tiket khususnya rute tertentu yang hanya dioperasikan oleh satu airlines dan relevansinya dengan kenaikan avtur.
Jika dibandingkan harga yang ditetapkan airlines sebelum kenaikan avtur dengan pasca kenaikan avtur tersebut, terdapat kenaikan yang signifikan. Perlu dikaji berapa persen kenaikan avtur ini mempengaruhi harga kenaikan tiket.
Sebagai contoh tiket penerbangan Balikpapan ke Banjarmasin, saat ini hanya dioperasikan oleh satu airlines dengan harga yang mencapai 1.6 juta oneway. Jika dibandingkan dengan harga sebelum kenaikan harga avtur masih kisaran di bawah 700 ribu – 800 ribu rupiah.
“Kenaikan biaya avtur jangan sampai dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan yang eksesif. Perlu kiranya memperhitungkan daya beli masyarakat serta sama-sama memiliki sense of crisis untuk mendukung pemulihan ekonomi Indonesia,” tutup Manaek. #
Comments are closed.