
BERITAKALTIM.CO- BERITAKALTIM.CO- Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) melaksanakan reses di masing-masing daerah pilihan (dapil) yang tersebar di 18 kecamatan. Hasilnya, soal listrik dan air bersih yang sulit jadi perhatian para legislator.
Begitulah yang dikatakan Faizal Rahman, Wakil Ketua DPRD Kutim, selama dia mengunjungi sejumlah desa. Kata dia, permasalahan air dan listrik tidak kunjung usai.
“Masalah air bersih dan listrik juga belum ada di Desa Pelawan, banyak disampaikan oleh warga,” ungkap politisi PDI Perjuangan itu.
Hal serupa juga dialami Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Adi Sutianto, saat bersilatuhrahmi dengan warga Kecamatan Kaliorang di Dapil 3. Aspirasi yang diserap pun sama, masyarakat meminta agar masalah listrik dapat teratasi dan merata.
“Salah satu usulan yang diajukan warga di Kecamatan Kaliorang itu ketersediaan listrik, khususnya di desa-desa yang belum terjangkau oleh listrik negara,” terang dia.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Sangkulirang, sejak dulu di wilayah ini sulit mendapatkan air bersih. Walaupun sudah ada perkembangan, PDAM telah masuk desa itu, tetapi tidak semua warganya teraliri air bersih. Lantaran itu, dia mendorong Pemkab Kutim untuk fokus pada kedua masalah faktual masyarakat Kutim ini.
Sehingga warga setempat lebih mengandalkan air hujan. Sebab, jika terus membeli maka akan menelan biaya cukup besar. Pemenuhan air di desa ini pun ada pula yang menggunakan sumur. Namun hanya wilayah tertentu yang mendapatkan titik air tawar. #
Wartawan: Ardi | ADV
Comments are closed.