BERITAKALTIM.CO- Perhelatan multievent olahraga empat tahunan di Kalimantan Timur, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII/2022 segera digelar bulan November di Berau. Sayangnya, atlet-atlet dari kota Balikpapan dipastikan absen.
Konflik internal kepengurusan KONI Balikpapan dan belum adanya pencairan dana hibah kepada KONI Balikpapan tahun ini mempertegas absennya kontingen yang sejatinya banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk Kalimantan Timur bahkan Indonesia.
Terkait absennya Balikpapan di Porprov bulan depan, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Doris Eko Rian Desyanto menyesalkannya.
“Pada dasarnya Porprov ajang menggali potensi atlet-atlet, apalagi Balikpapan beberapa kali juara,” kata Doris ketika ditemui awak media di kantor DPRD Balikpapan, Kamis (6/10/2022).
“Komisi IV sangat menyesal dengan kejadian ini, kami telah berkoordinasi dengan KONI Balikpapan dan Disporapar (Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata), ” ucapnya.
Komisi IV berharap apa yang terjadi saat ini jadi evaluasi ke depan agar bisa bersinergi lebih baik lagi, baik KONI maupun Disporapar.
Absennya keberangkatan kontingen Balikpapan juga disebabkan belum adanya pencairan dana hibah KONI Balikpapan tahun anggaran 2022.
Ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi. Point-point persyaratan itu tertera dalam Peraturan Wali Kota Balikpapan.
“Jadi pemerintah kota tidak berani mencair kan karena uang daerah harus dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya. Kalau tidak bisa dicairkan akhirnya masuk ke silpa (sisa lebih penggunaan anggaran),” tutup Doris.
Sebelumnya Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sudah menyatakan Balikpapan absen di Porprov Berau karena konflik internal yang ada di tubuh KONI selaku induk olahraga tak kunjung tuntas. Hal itu membuat Disporapar kesulitan untuk melakukan pendataan atlet.
“Kami berharap diselesaikan dengan baik karena tidak ada permasalahan di pemerintah kota, masalahnya ada di KONI. Pemkot tidak bisa mengintervensi, jadi harus disampaikan ke masyarakat supaya jangan simpang siur,” tutupnya. #
Comments are closed.