BeritaKaltim.Co

Cerita Samsun Terjun ke Dunia Politik

BERITAKALTIM.CO- Begini cerita Muhammad Samsun hingga dirinya terjun ke dunia politik dan kini malah menjadi Wakil Ketua DPRD Kaltim. Padahal dulu, dia mengaku tak pernah terbersit untuk terjun ke dunia politik.

“Dulu kalau ditanya mau nggak masuk parpol pasti saya jawab tidak mau. Jadi sebenarnya (saya) dijebak. Tapi terjebak di jalan yang benar,” cerita Samsun yang kini jadi orang penting, yaitu Bendahara DPD PDI Perjuangan Kaltim.

Dia melanjutkan ceritanya. Semua dimulai pada 2010. Temannya yang lebih dulu berkecimpung di parpol, mencantumkan namanya di kepengurusan PDI Perjuangan Kaltim. Tanpa proses kaderisasi atau menjalani karier politik, ia langsung menduduki wakil ketua di Partai Banteng Moncong Putih Kaltim.

Samsun ketika itu merasa dijebak masuk ke partai politik (parpol) oleh kawannya.

Samsun mengatakan, semasa mengenyam pendidikan di Universitas Mulawarman dan aktif dalam organisasi kampus, orientasinya adalah menyuarakan aspirasi masyarakat. Hanya saja, karena tidak dalam kekuasaan sehingga tidak ada langkah konkret yang mampu diberikan kepada masyarakat.

“Artinya waktu mahasiswa orientasi saya memperjuangkan suara rakyat. Ketika dicalonkan di legislatif dan terpilih ternyata legislatif memang jadi alat perjuangan yang efektif,” terangnya.

Samsun menjelaskan, ia hanya seorang petani. Sehingga ia sering mendengar, melihat, dan merasakan apa yang menjadi keresahan masyarakat kecil. Dengan jabatan yang telah didudukinya saat ini, ia pun mengaku memiliki keinginan besar untuk menjadi perpanjangan tangan masyarakat khususnya para petani.

“Dapil (daerah pemilihan) saya (Kutai Kartanegara) banyak petani. Dan saya konsen memperjuangkan kesejahteraan petani, lebih banyak di wilayah itu. Kebetulan hobi saya motor trail, jadi bisa menjangkau masyarakat pelosok dan pedalaman,” katanya.

Ditanya terkait syahwat politiknya, ia mengaku tak ada ambisi besar untuk menduduki jabatan tertentu. Semua ujarnya, tergantung perintah partai. Yang jelas, entah di legislatif maupun eksekutif keinginan terbesarnya adalah bermanfaat untuk masyarakat.

“Ketika masuk parpol, langkah politik kita ditentukan oleh parpol. Kalau keinginan pribadi saya tidak ada, yang jelas eksekutif atau legislatif adalah alat perjuangan. #ADV

Comments are closed.