BERITAKALTIM.CO- Upaya Basarnas dari unit SAR Kabupaten Berau mencari Safril, bocah berusia 11 tahun yang hilang setelah diterkam buaya di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, belum membuahkan hasil.
Sampai Senin (2/1/2023) melam, upaya pencarian di LKP (Lokasi Kejadian Perkara) terpaksa dihentikan sementara karena hari sudah gelap. Personel Unit Siaga SAR Berau sejak hari Minggu (1/1/2023) sudah berada di lokasi, menelusuri jejak buaya di kawasan hutan mangrove.
“Kami menemukan tulang berserakan. Tapi kami tidak bisa memastikan apakah itu bagian tubuh korban. Untuk memastikan, bukti-bukti itu diteliti terlebih dulu ke ahlinya,” ujar Ari Triyanto, Komandan Pos Unit Siaga SAR Berau yang sedang melakukan pencarian, Senin (2/1/2023). Tim ahli yang disebut oleh Ari adalah Disaster Victim Identification (DVI) yang dimiliki oleh kepolisian.
Lokasi kejadian yang menimpa Safril berupa kawasan pertambakan masyarakat dengan hutan pohon mangrove (bakau) yang tumbuh lebat. Seperti diberitakan sebelumnya, ketika itu Kamis (29/12/2022) pagi, dia bermaksud mandi di perairan sektar itu bersama tantenya bernama Marni dan seorang rekannya.
Saat mendi tiba-tiba muncul buaya dan dengan cepat menyerangnya. Tidak hanya menerkam dan menggigit, buaya ganas itu menarik tubuh Safril memasuk perairan dan semak-semak pohon bakau di sana.
Saat kejadian, Marni sempat berusaha untuk menghalangi buaya membawa keponakannya tersebut. Namun usahanya sia-sia, buaya tetap menyeret tubuh itu entah ke mana.
Kejadiannya baru dilaporkan ke Basarnas oleh pihak keluarga pada hari Minggu (1/1/2023), sekitar jam 12.00 Wita. Atas dasar laporan itu Basarnas menurunkan timnya melakukan operasi pencarian. #
Editor: Wong
>> Video Tim SAR Unit Berau melakukan pencarian bocah diterkam Buaya.