BERITAKALTIM.CO- Memasuki Masa Persidangan I Tahun 2023, anggota DPRD kota Balikpapan kembali turun kelapangan untuk melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan melakukan kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat (Reses) di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.
Seperti yang dilakukan Anggota Komisi III DPRD Balikpapan Siswanto Budi Utomo yang didampingi Wakil Ketua DPRD kota Balikpapan Sabaruddin Panrecalle, melaksanakan reses yang dihadiri kurang lebih 100 orang perwakilan warga RT 39 Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan kota, Selasa (21/3/2023).
Dalam sambutannya, Siswanto mengatakan, reses adalah masa jedah bagi anggota DPRD untuk turun ke Dapil masing-masing guna melihat sampai sejauh mana realisasi usulan warga yang telah dikerjakan.
“Disamping menerima usulan dari warga terkait persoalan pembangunan, reses bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi wajib turun ke dapilnya. Melihat langsung permasalahan warga di setiap lingkungannya,” ucapnya.
Berbagai aspirasi warga dikeluhkan seperti usulan zebracros di jalan Mayjen Sutoyo, usulan pembangunan posyandu berserta kelengkapannya, usulan karpet sajadah masjid, usulan pemindahan tiang listrik yang posisinya miring akibat longsor, dan kelangkaan elpiji.
Linda kader posyandu RT 39 mengusulkan pembangunan posyandu beserta perlengkapannya. ” Disini belum ada posyandu, jika kegiatan posyandu selalu berpindah tempat, apakah bisa dibantu, ” ucapnya.
Terkait hal tersebut, Siswanto katakan, posko pembangunan posyandu berada di pemerintah kota, dan jika akan mengajukan ke pemerintah harus mempunyai lahan yang dihibahkan terlebih dahulu untuk posyandu.
“Syarat utama harus ada lahan yang dihibahkan oleh masyarakat, jika tidak ada lahan warga yang dihibahkan kemungkinan kedua bisa membuat Posyandu dengan fortabel,” jelasnya.
Siti Rahma mengusulkan untuk dibuatkan zebracross di jalan Mayjen Sutoyo dan juga langkahnya gas elpiji karena disini tidak pangkalan elpiji.
“Ini salah satu isi hati dan aspirasi ibu-ibu, ” ucapnya.
Terkait hal ini, Siswanto katakan, untuk usulan penyebarangan atau zebracross akan segera meminta data ke RT untuk membuat proposal. Mengingat di daerah ini ada tiga titik Sekolah Dasar (SD) diwilayah ini.
Yang nantinya, proposal akan diteruskan ke Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menindaklanjuti permasalahan ini. ” Karena zebracross ini penting sekali untuk keselamatan anak-anak, biasanya kalau ada zebracross kendaraan akan pelan-pelan, ” ucapnya.
“Untuk kelangkaan elpiji semua merasakannya, pemerintah kota tidak mempunyai kewenangan. Kewenangan ada di pemerintah pusat, ” ucapnya.
Ketua RT 39 Langgeng meminta tenda, kursi dan soundsystem sehingga jika ada kegiatan dilingkungan RT tidak mengeluarkan biaya sewa lagi.
Samsuari warga RT 39 juga mengusulkan karpet sajadah untuk Masjid. ” Semoga dapat dibantu karpet sajadah untuk Madjid, ” ucapnya.
Terkait hal tersebut, Siswanto katakan, akan mengeluarkan dana pribadi untuk memberikan tenda, kursi , soundsytem dan karpet sajadah diwilayah RT 39.
Yasin warga RT 39 mempertanyakan tiang listrik miring di tanjakan pasar baru samping Indomaret akibat tergerus longsor berbahaya bagi pengendara jalan. ” Sudah sering telepon ke PLN tetapi tidak pernah direspon, ” katanya
Langgeng warga RT 39 mengajukan usulan jalan ditanjakan untuk disemenisasi, karena jalan tersebut licin. “Kasihan orang tua jika lewat kesitu takut terpeleset,” katanya.
Dan juga meminta dipasangkan cermun cembung ditingkungan jalan karena sudah sering terjadi kecelakaan didaerah ini.
Terkait hal ini, Siswanto katakan, akan memperjuangkan usulan warga ke Pemerintah daerah terkiat usulan tersebut agar segera direalisasikan. #
Reporter: Thina | Editor: Wong