BERITAKALTIM.CO- Guna menyerap aspirasi (Reses) di wilayah Daerah pemilihan (Dapil) provinsi Kalimantan timur, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G Budisatrio Djiwandono dari Partai Gerindra gencar mengadakan kunjungan ke berbagai pelosok Kabupaten dan Kota yang ada di Kaltim.
Legislator Senayan ini didampingi oleh Anggota DPRD Provinsi Kaltim Bagus Susetyo, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Balikpapan Danang Eko Susanto, serta anggota DPRD Balikapapan.
Dihadiri juga kelompok tani (Poktan) hingga Kelompok Wanita Tani (KWT).
Kali ini Reses menyasar area padat penduduk di kediaman Anggota DPRD Balikpapan Rahmatia di Jalan Pandan Sari RT 22 Kelurahan Manggar Sari Balikpapan Barat, Kamis (11/3/2023).
Sebagai anggota DPR RI Budi Satrio telah berulang kali menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani (Gapoktan). Begitu juga bantuan Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) disejumlah daerah diwilayah Kaltim.
Berbagai keluhan disampaikan oleh warga terkait bantuan kolam bioflok seperti yang diutarakan ketua RT 14 Kelurahan Karang Joang Balikpapan Barat, Apriyanto meminta bantuan kolam bioflok di wilayahnya. “Harapan saya untuk dibantu pak, karena lumayan biayanya, di RT 14 yang memiliki kolam bioflak baru 4 orang dalam setahun ini, ” ucapnya.
Sesuai dengan komitmen Partai Gerindra yang selalu memberikan perhatian kepada petani, nelayan, peternak seperti yang selalu disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Budi Satrio menyampaikan, untuk bantuan pengembangan sarana kolam dengan sistem bioflok telah diberikan untuk masyarakat Balikpapan Barat. Dengan bantuan lebih kurang Rp60 juta per kelompok tani.
Program pertanian dan perikanan bersumber darI anggaran pusat yang bisa dimanfaatkan masyarakat daerah seperti membentuk KWT untuk didaftarkan sebagai anggota di Dinas Pertanian dengan minimal lahan yang digarap hanya 20×17 meter.
Sementara itu, di sela-sela reses anggota DPR RI Budisatrio, warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, sebab harga pupuk non-subsidi cukup mahal. Para petani berharap mereka bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga murah
“Warga mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, sebab harga pupuk non-subsidi cukup mahal. Para petani berharap mereka bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga murah, ” jelasnya.
Ketua fraksi Gerindra di DPRD Kaltim, Bagus Susetyo menyampaikan, untuk program-program yang dipaparkan sesuai dengan atensi Ketua Umum Gerindra agar seluruh kader untuk mengedepankan dan mendengarkan keluhan masyarakat salah satunya pemberdayaan kelurga, perempuan maupun pemuda.
“Sesuai dengan program ketua umum adalah kedaulatan negara, kemandirian pangan, kemandirian energi, mengurangi angka kemiskinan dang menghilangkan angka pengganguran, ” ucapnya.
Terkait keluhan pupuk subsidi, DPRD Provinsi juga terus memperjuangkan agar para petani mendapatkan pupuk bersubsidi. #
Reporter: Thina | Editor: Wong