BERITAKALTIM.CO- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek peninggian jalan dan drainase.
Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan warga jalan Wolter Monginsidi RT 31 Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat terkait proyek peningkatan peninggian badan jalan dan drainase yang dikerjakan PT. Azka Jaya Kontruksi yang menggunakan APBD 2023 sebesar Rp 3,8 Miliyar.
Adanya laporan pengerjaan yang tidak sesuai dengan prosedur. Drainase yang tengah dibangun keadaannya berbelok karena adanya tiang listrik.
Turut dihadiri Komisi III DPRD Balikpapan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Camat Balikpapan Barat dan perwakilan warga setempat.
Dari pantauan media Beritakaltim.co di lokasi, ada proyek peningkatan badan jalan setebal 30-40 cm dan perbaikan drainase tengah berlangsung. Sementara, yang jadi keluhan warga adalah bentuk drainase berbelok.
Seusai meninjau proyek, Anggota Komisi III Syarifuddin Oddang menyampaikan, sidak ini dilakukan karena adanya laporan warga terkait pengerjaan proyek yang disinyalir tidak sesuai dengan perencanaan.
” Kami selaku pengawas anggaran bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Konsultan dan kontraktor melihat dan meminta langsung bagaimana gambar perencanaan proyek ini, terutama bentuk gambar drainase berbelok, disitu akan terjawab ” ucap Politisi Partai Hanura disela-sela Sidak, Senin (14/8/2023).
Menurut Oddang panggilan akrabnya, adanya proyek pengerjaan pasti akan ada imbas. Dan usulan ini merupakan keluhan warga kampung baru ujung yang meminta perbaikan jalan dan drainase. Diharapkan pengerjaan ini mengurangi dampak negatif yang timbul salah satunya banjir. ” Dan akhirnya muncul pengerjaaan ini, ” jelasnya
Terkait bentuk awal perencanaan gambar, Oddang katakan yang bisa menjelaskan dan berbicara perencanaan adalah DPU.
” Menurut penglihatannya yang ada, kenapa ada parit berbelok. Apa betul ada parit berbelok atau hanya pengerjaan semenisasinya. Karena jalan ini pastinya akan rata. Pasti ada perhitungan dan pertimbangan setelah proyek ini selesai,” ucapnya.
Oddang juga menyayangkan adanya miss komunikasi dengan warga, sehingga timbul permasalahan drainase berbelok karena ada tiang listrik PLN. ” Seharusnya sebelum pengerjaan dilakukan komunikas dan pertemuan dengan warga. Maka terjawab jika kurang koordinasi akan seperti ini jadinya, ” tutupnya.#
Reporter: Thina | Editor: Wong