BERITAKALTIM.CO-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke-24 dirangkai dengan berbagai perlombaan dan bakti sosial.
Hal itu dikatakan Ketua DWP Provinsi Kaltim, Indri Indah Winarni Riza, di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Kompeks Gelora Kadrie Oening Samarinda, Rabu (8/11/2023)
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan HUT DWP berlangsung selama 2 hari, mulai tanggal 7-8 November 2023. Tentunya, tujuan dari semua rangkaian ini untuk menciptakan rasa persatuan, kesatuan dan kebersamaan antar anggota DWP.
“Kita ingin memperkokoh tali silaturahmi, dan meningkatkan peran DWP dimasyarakat dan mengembangkan kapasitas organisasi,” kata Indri.
Pada tanggal 7 November 2023, DWP Kaltim telah melaksanakan kegiatan donor darah dan bakti sosial ke Panti Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. Ini adalah panti sosial yang menampung kelompok lanjut usia (lansia).
“Dari total 100 peserta yang kita targetkan, hanya 79 orang saja yang hadir. Namun, yang berhasil mendonorkan itu sekitar 57 orang. Ya targetnya mencapai 50 persen. Nah, kalau ke panti jompo, kita memberikan bantuan berupa sarung dan makanan kepada lansia,” jelas Indri.
Selanjutnya pada tanggal 8 November 2023, DWP Kaltim melanjutkan rangkaian kegiatan berupa senam bersama, lomba tumpeng mini, serta lomba keserasian tata rias wajah dan seragam DWP yang dipusatkan di Halaman dan Aula Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.
Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan anggota DWP Provinsi Kaltim yang sebelumnya sudah menjalani berbagai macam pelatihan berupa cara membuat garnish sajian dan merias wajah.
“DWP Kaltim membuat lomba-lomba tersebut, karena kita ingin pelatihan yang sudah dibuat sebelumnya dapat diterapkan. Kegiatan ini tak hanya menjadi perayaan semata, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan dan kemajuan DWP,” tegas Indri.
Harapannya, DWP Provinsi Kaltim semakin maju dan terus berkembang menciptakan banyak kegiatan positif ke depannya. Dalam artian, mampu keluar dari stigma ‘wanita-wanita itu harusnya terkukung saja di rumah’.
“Kita ingin memperlihatkan jika sekarang para wanita-wanita bisa dengan bebas berkreasi dan mempunyai inovasi dalam hidupnya,” ungkap Indri.#
Reporter: Dia|Editor: Hoesin KH|Adv|Diskominfo Kukar