BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengumumkan bahwa realisasi investasi di wilayah tersebut selama tahun 2023 didominasi oleh investor lokal.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Puguh Harjanto, menjelaskan, realisasi investasi telah mencapai 111,47 persen atau senilai Rp 71,89 triliun, melebihi target investasi sebesar Rp 64,5 triliun yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Puguh menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dimana realisasi investasi mencapai Rp 57,75 triliun atau 106,97% dari target tahun 2022.
“Investasi di Kaltim memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi melalui pengembangan jaringan investasi regional dan internasional,” ujar Puguh pada saat diwawancarai oleh Berita Kaltim melalui telepon seluler, Senin (11/3/2024).
Pada triwulan IV tahun 2023, investasi di Kaltim mencapai puncaknya dengan angka Rp 22,14 triliun atau 34,34 persen dari total realisasi investasi tahunan.
Puguh menambahkan bahwa peningkatan investasi ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, dan trend positif ini terus berlanjut.
Dari total realisasi investasi tahun 2023, sebesar Rp 52,17 triliun atau 72,57 persen berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dengan 15.490 proyek. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 19,72 triliun atau 27,43 persen dengan 1.991 proyek.
“Peningkatan investasi PMDN yang didominasi oleh investor lokal ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang signifikan, dengan total 37.022 orang terlibat dalam proyek-proyek PMDN,” ungkap Puguh. Untuk PMA, tercatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 13.764 orang.
Sektor-sektor yang mendominasi realisasi investasi PMDN di tahun 2023 adalah industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, serta sektor pertambangan, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan, dengan total ada sekitar 22 sektor usaha yang terlibat.
Ia berharap bahwa tren positif ini akan terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong