BERITAKALTIM.CO – Penyelidikan atas penemuan mayat perempuan berinisial BT (56) di gudang apotek Kimia Farma Jalan Pangeran Hidayatullah, Samarinda, terus berlanjut. Polisi berusaha keras mengungkap teka-teki kematian warga tersebut sehingga terang benderang apa yang menjadi penyebabnya.
Kapolresta Samarinda, Kombes Ary Fadli, menegaskan bahwa langkah-langkah investigasi sedang dilakukan untuk mengungkap misteri kematian korban.
“Kami telah memulai penyelidikan sejak awal penemuan mayat dan saat ini sedang melakukan pengungkapan secara saintifik,” ujar Ary Fadli pada saat diwawancarai oleh Berita Kaltim, Selasa (19/3/2024).
Polisi telah memeriksa rekaman CCTV apotek dan menunggu hasil pemeriksaan forensik dari Labfor Surabaya.
Sementara pihak keluarga korban BT, tetap bersikeras dengan melakukan demonstrasi di gedung apotek. Mereka menuntut kejelasan atas kejanggalan yang mereka temukan pada rekaman CCTV.
“Kami sedang memastikan kebenaran informasi dari pihak IT apotek dan akan melakukan pemeriksaan forensik untuk memverifikasi keberadaan kejanggalan,” tambah Kapolres.
Dari hasil visum dan autopsi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan barang-barang berharga miliknya masih utuh.
“Untuk sementara, berdasarkan pemeriksaan fisik, tidak ada indikasi kekerasan,” ungkap Ary.
Enam orang dari Kimia Farma dan dua orang dari keluarga korban telah dimintai keterangan untuk memberikan kesaksian untuk kepastian hukum atas kasus ini.
“Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi ini,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong