Ada Empat Catatan Pembelajaran Tatap Muka di Balikpapan

oleh -230 views
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Muhaimin.

BERITAKALTIM.CO- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah memberikan izin untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Bagi para pelajar Kota Balikpapan akan memulai  PTM pada ajaran baru dibulan Juli 2021, dengan catatan empat hal yang harus dilaksanakan.

“Bahwa PTM itu harus PTM terbatas,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Muhaimin ditemui di Balai Kota, (5/4/2021).

Dijelaskan, sesuai dengan arahan Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi sebagai Ketua Satuan Tugas Balikpapan PTM dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen murid yang hadir. Sedangkan, 50 persen murid lainnya melakukan pembelajaran secara daring.

Catatan kedua semua sekolah sudah melaksanakan protokol kesehatan yakni sudah mengantongi surat keputusan dari gugus tugas seperti halnya mempunyai tempat mencuci tangan, memiliki hand sanitizer dan alat termogun.

Kemudian, sekolah sudah memenuhi enam daftar periksa sebagai salahsatu syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Seperti halnya, sekolah harus dekat dengan fasilitas kesehatan.

Catatan keempat sekolah dapat melaksanakan PTM adalah seluruh guru dan tenaga pendidikan sudah melaksanakan vaksin. Tercatat, sebanyak 2.750 tenaga pendidik yang sudah di vaksin dan besok rencananya (6/4/2021) 1000 tenaga pendidik akan dilaksanakan vaksin dari 9.160 yang diusulkan oleh Disdik Balikpapan.

“Mudah-mudahan sebelum bulan Juli 2021 target dari pemerintah kota Balikpapan guru-guru sudah divaksin semua. Paling tidak minimal 75 persen dari tenaga pendidik sudah divaksin. Nah, kalau keempat hal itu sudah kami penuhi dan kondisi Pandemi Covid 19 sudah melandai. Kami siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dibulan Juli,” seru Muhaimin.

Diakuinya di beberapa daerah sudah melakukan pembelajaran tatap muka terlebih dahulu, namun di Balikpapan akan melaksanakan pada ajaran baru bulan Juli 2021 nanti. “Tergantung situasi daerah,” ucapnya.

Muhaimin mengatakan akan melaksanakan simulasi terlebih dahulu yang akan direncanakan setelah libur lebaran Idul Fitri, seperti yang pernah dilakukan pada bulan Desember 2020 lalu sebelum menggelar pembelajaran tatap muka di bulan Juli 2021.

“Perwakilan dimasing-masing wilayah kecamatan, nanti ada paud berapa, tk berapa, SD berapa, SMP berapa. Kehadiran nanti 50 persen dulu (yang hadir, Red) sampai situasi benar-benar memungkinkan bahwa kami bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, karena memang arahannya PTM terbatas,” ungkapnya. #

Wartawan: Thina