Ada Instruksi “Lockdown” 2 Hari, Warga Balikpapan “Panic Buying”

oleh -425 views
Pasar Klandasan Balikpapan Kota dipadati pengunjung untuk mbeli keperluan selama dua hari.

BERITAKALTIM.CO-  Sejumlah pasar tradisonal kota Balikpapan mengalami jumlah kenaikan pengunjung pasar, Jumat (5/1/2021). Hal ini dikarenakan adanya kebijakan “lockdown” selama 2 hari, Sabtu dan Minggu untuk seluruh Kaltim.

Kebijakan pemerintah melalui instruksi Gubernur Kaltim, ditindak lanjuti surat edaran pemerintah kota. Seluruh aktifitas dihentikan dan masyarakat diminta untuk berdiam diri pada rumah diakhir pekan.

Di Pasar Klandasan, Balikpapan Kota, panic buying terlihat dengan banyaknya warga memborong makanan dan keperluan rumah untuk berjaga-jaga saat dua hari berada di rumah saja.

Sejumlah pedagang pun mengetahui adanya imbauan dari UPT Pasar  sejak Kamis malam. Menurut Rustam, pedagang sayur, informasi adanya  ‘lockdown” selama dua hari, membuat dagangan mereka laris.

Ia menyebut sayur mayur dan persediaan tempe habis diborong sama pembeli.

“Ini lebih ramai, stok yang dijual besok terjual untuk hari ini juga,” jelasnya.

Pedagang ikan bernama Rusdi mengakui adanya dagangannya juga laris manis sepanjang hari Jumat.

“Soalnya kan besok katanya mau ada penutupan pasar. Jadi sampai sekarang tambah banyak pembeli. Tapi kita tetap tidak setuju ditutup,” ujarnya.

Rusdi dan Rustam tidak setuju dengan kebijakan ‘lockdown’ pemerintah. Sebab hal itu akan membuat masyarakat semakin sulit berusaha.

Jika terjadi penutupan pasar, hal itu bagi pedagang tidak masalah. Hanya saja bakal ada yang menderita akibat kebijakan itu, yakni petani yang terlanjur panen serta pembuat tempe.

“Kasihan mereka  yang terlanjur panen dan memproduksi tempe. Kalau situasi begini, tidak dijual kan rugi, kasihan mereka,” ujar Rustam.

Sementara seorang warga yang datang ke pasar itu, Intan menjelaskan, dia memang sengaja membeli kebutuhan pokok dengan jumlah yang cukup banyak untuk stok dapur karena dua hari di rumah saja.

” Takutnya di lockdown benaran, terus kalau gak beli sekarang gimana,” ujarnya.

Sementara itu berdasarakan pantauan Beritakaltim.co di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat terlihat padat merayap pengunjung pasar.

Beberapa pedagang mengeluhkan intruksi yang mendadak ini.

Umi Fera pedagang sayur merasa keberataan adanya instruksi ini, tapi kita harus mengikuti instruksi ini dan gimana lagi kalau memang itu sudah anjurannya.

“Jujur saya keberatan instruksi ini,” paparnya.

Mia pedagang lombok, mengatakan jika ini ditutup tiap hari Sabtu dan Minggu, bagaimana nasib pedagang padahal di pasar itu ramainya Sabtu dan Minggu. Sedangkan hari biasa sepi pengunjung.

“Sabtu mingu kan banyak pegawai libur, kok malah ditutup,” ucapnya.

“Enggak mau sebetulnya kita ikuti instruksi ini. Yang pegawai enak aja dapat gaji bulanan, kita ini yang harian. Mau dikasih makan apa anak kita,” jelasnya

Sementara itu, harga sejumlah bahan pangan terpantau normal. Meskipun komoditas seperti cabe, masih berada di angka sekitar Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per kilo. #

Wartawan: Thina