Ada Pembatasan Sosial di Balikpapan, Stok Sembako Aman

oleh -1.198 views
Kepala Seksi Pengendalian Bahan Pokok Strategi Regina Theresia Koyansow.

BERITAKALTIM.CO- Di tengah pandemi covid-19, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan mengecek kebutuhan pokok pada pelaku usaha maupun distributor. Dalam pantauan itu, pihaknya memastikan bahwa stok kebutuhan pokok cukup aman.

Seperti yang disampaikan Kepala Seksi Pengendalian Bahan Pokok Strategi Regina Theresia Koyansow, bahwa pengecekan stok bahan pokok melimpah, hanya saja daya beli masyarakat yang berkurang dari biasanya (sebelum pandemi,red) bisa mencapai 80-100 persen.

“Namun sejak bulan Maret, distributor dan pelaku usaha menyatakan bahwa penjualan menurun hingga 50 persen,” kata Regina saat ditemui awak media, Jumat (18/9/2020) lalu.

Menurutnya, persediaan stok bahan pokok di lapangan tidak perlu dikhawatirkan, karena pelaku usaha sudah berkomitmen ke dinas perdagangan untuk melaporkan stok ketersediaan bahan pangan setiap bulannya.

“Karena setiap bulan mereka melaporkan data persediaan stok, maka dari situlah bisa kami pantau,” ujar Regina.

Dirinya menambahkan, untuk penyaluran persediaan bahan pokok yang mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena banyaknya pelaku usaha yang tutup dan tidak melakukan aktivitas sehingga daya beli juga menurun.

“Jadi untuk realisasi penyalurannya tidak seperti masa normal,” imbuhnya.

Adapun contoh penjual yang memiliki stok melimpah seperti penjual bawang, hanya saja daya beli masyarakat yang berkurang.

Dan dengan persedian stok yang banyak berimbas kerugian pada pedagang. Karena jika tidak cepat terjual, stok bawang bisa membusuk, hingga membuat pedagang alami kerugian.

“Karena pedagang paling lama menyetok 2-3 bulan saja, karena takut membusuk. Apalagi daya belu menurun,” tuturnya.

Ia menuturkan, naik turunnya harga bahan pokok seperti telur, cabai disebabkan karena kota Balikpapan bukan penghasil, melainkan bergantung pada petani di daerah lain, apalagi jika masa panen gagal di musim penghujan, membuat distribusi dari daerah lain berpengaruh terhadap naik turunnya harga.

“Jadi ada beberapa bahan pokok naik turun karena bahan pokok tersebut bergantung pada daerah lain, lantaran Balikpapan bukan penghasil,” akunya.

Maka itu, pentingnya sosialisasi tiap rumah untuk dapat bercocok tanam di lingkungan rumah, semisal menanam cabai, jika harga naik ada persedian stok di rumah

Begitupun dengan harga telur, yang mana Balikpapan masih bergantung dengan daerah lain. Hanya saja bisa dikoordinasikan dengan dinas pangan, pertanian dan peternakan. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.