Aksi Riziek Shihab Cs Memakan Korban, 2 Kapolda Dicopot

oleh -236 views
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (Kiri) dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi.

BERITAKALTIM.CO- Aksi yang dilakukan Riziek Shihab Cs mengadakan berbagai pertemuan tanpa mengindahkan protokol kesehatan berbuntut dicopotnya dua Kapolda. Keterangan dari Divisi Humas Polri menyebutkan, Kapolri mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi.

Pencopotan dua Kapolda itu diumumkan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2020).

“Ada dua kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan,” ujar Argo. Keduanya dicopot Kapolri karena dianggap tak melaksanakan perintah menegakkan protokol kesehatan COVID-19.

Kegiatan Riziek Shihab yang mengabaikan protokol kesehatan di wilayah Megamendung Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat terjadi Jumat 13 November 2020 lalu. Sedangkan keramaian di Jakarta, tepatnya di Petamburan dalam rangka Maulid Nabi dan pernikahan putri Riziek Shihab yang berlangsung Sabtu 14 November malam.

Atas dua peristiwa yang mengundang polemik tersebut, Menko Polhulkam Mahfud Md sebelumnya menyampaikan pernyataan bahwa pemerintah akan memberi sanksi pada aparat yang tak tegas menegakan protokol kesehatan. Saat menyampaikan pesan pemerintah ini, Mahfud memberi penekanan.

“Kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan, kepada aparat keamanan,” kata Mahfud Md, mengulang tiga kali objek yang ditujunya dalam jumpa pers soal kerumunan di tengah pandemi COVID-19 ini, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin siang.

Siapa gerangan aparat keamanan yang disebut tiga kali oleh Mahfud Md itu? Apakah itu adalah sosok orang/pejabat, atau institusi? Yang jelas, Mahfud meminta aparat keamanan untuk tegas.

“Pemerintah meminta untuk tidak ragu dan bertindak tegas dalam memastikan protokol kesehatan dapat dipatuhi dengan baik,” kata Mahfud.

Pandemi COVID-19 adalah urusan nyawa orang banyak. Perlu ketegasan untuk menjaga situasi ini. Dia menyatakan, aparat keamanan yang tidak tegas itu bakal kena sanksi.

“Pemerintah juga akan memberikan sanksi kepada aparat keamanan yang tidak mampu bertindak tegas dalam memastikan terlaksananya protokol kesehatan COVID-19,” kata Mahfud. #

Wartawan : Rid | detik