Legislator Senang Kapal Tasbara Tiba di Nunukan

Nunukan, BERITAKALTIM.COM – Sesuai rencana, Kapal Tasbara dioperasikan menjadi “jembatan” laut Pulau Sebatik Indonesia – Tawau Malaysia. Lantaran itu, DPRD Nunukan mewanti-wanti agar kapal tersebut benar-benar bermanfaat setelah diterima oleh Dishubkominfo Nunukan.

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Hj Nursan mengatakan, lembaga legislatif ingin Pemerintah Kabupaten Nunukan tidak menyia-nyiakan kapal yang dananya dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) itu. Kapal tersebut dinantikan masyarakat Sebatik yang sehari-hari pulang pergi untuk usaha dan keperluan lain ke Tawau Malaysia.

“Kami di DPRD maunya langsung dioperasikan kapal itu. Tapi mungkin masih ada masalah lain menyangkut perizinan atau lainnya dengan pihak Malaysia. Untuk jelasnya, nanti kita minta keterangan dari pemerintah,” tutur Hj Nursan.

Kader Partai Gerindra itu menyadari, ada regulasi yang mengatur hubungan dua negara bertetangga. Termasuk masalah standar transportasi yang menjadi kesepakatan karena moda transportasi ini berstandart internasional. Semua kapal penumpang yang melayani warga kedua negara, wajib berstandar internasional walaupun jarak tempuh Nunukan-Tawau termasuk pendek. Hanya sekitar 30 menit.

“Perlu koordinasi intensif dan cepat dengan Malaysia. Jangan sampai kapal yang sudah tersedia tidak bisa berlayar, sampai akhirnya rusak sebelum dioperasikan,” ujar Hj Nursan.

Kehadiran Kapal Tasbara adalah jawaban atas penantian lama masyarakat. Seperti diketahui, sejak 3 tahun lalu speedboat yang beroperasi Sungai Nyamuk – Tawau dilarang beroperasi karena dianggap tidak berstandard internasional. Larangan itu sudah berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013 sampai dengan sekarang.

“Ketika ini nantinya sudah beroperasi melayani penumpang tujuan Sebatik – Tawau, saya ingin menyampaikan kepada masyarakat Sebatik khususnya dan Nunukan umumnya, bahwa ketika kita diberikan dispensasi atau kemudahan oleh negara tetangga, maka sebaiknya menjaga komitmen itu. Jangan sampai karena kita keenakan,” ujarnya berpesan.

Ia melanjutkan, tidak kalah pentingnya bahwa selama ini masyarakat memang tergantung dengan negara lain, tapi jangan sampai rasa ketergantungan itu mengikis nasionalisme terhadap NKRI.

“Tidak boleh terkikis rasa nasionalisme kita hanya karena melihat mereka sudah jauh. Karena memang toh, sudah lama membangun. Kita kan Kabupaten Nunukan baru belasan tahun,” ujarnya. #adver/