Kapal Angkut 150 Penumpang Tabrakan dengan Ponton di Penyinggahan

BERITAKALTIM.CO- Kecelakaan kapal penumpang terjadi di Sungai Mahakam sekitar perairan Desa Bakung, Kecamatan Penyinggahan, Kabupaten Kutai Barat. Sebanyak 150 orang penumpang selamat, sedangkan kondisi kapal karam setelah berbenturan dengan tongkang yang sedang ditarik kapal tugboat.

Kejadiannya subuh, sekitar jam 04.30 Wita, hari Minggu (3/7/2022). Ketika itu kapal penumpang dengan nama lambung KM Dayak Lestari berangkat ke hilir dari Long Bagun menuju Samarinda. Sementara sebaliknya, tugboat menarik tongkang (ponton) dari arah Samarinda ke hulu.

Cerita penumpang yang ikut dalam kapal tersebut, sebagian penumpang sedang tidur lelap. Sebagian lagi ada yang bangun untuk sholat subuh di atas kapal.

Saat berlayar menyusuri sungai, melalui radio diketahui kalau dari arah Samarinda sedang ada sebuah tugboat menarik tongkang kosong. Waktu itu, juru mudi KM Dayak Lestari bernama Muheming mengontak lewat radio kepada nakhoda tugboat Marina 1601, untuk diarahkan jalur mana yang aman agar kapal penumpang bisa lolos.

Jalur sungai di Desa Bakung lebih kecil dan ada tikungan. Dari komunikasi radio, kemudian diputuskan kapal penumpang mengambil jalan sebelah kanan, lantaran akan menikung ke kanan.

Hari masih gelap ketika itu sehingga menyulitkan melakukan kontrol secara keseluruhan. Saat mengambil posisi di kanan, ternyata justru membuat kedua kapal berlawanan arah itu berhadap-hadapan.

Akhirnya jurumudi KM Dayak Lestari dalam posisi sulit untuk mengelak meski banting haluan. Ketika kapal dibelokkan makin ke kanan, tapi badan ponton batu bara yang cukup panjang menyulitkan kapal penumpang menghindar.

“Ujung kanan KM Dayak Lestari bersenggolan dengan tongkang. Karena benturan yang keras membuat sebagian kapal retak hingga lambung kapal bocor,” lapor seorang penumpang.

Benturan tak terhindarkan berakibat kapal penumpang mengalami kebocoran. Jurumudi kemudian berusaha menepikan kapal, namun posisi kapal sudah miring karena masuknya air ke geladak.

Mesin kapal yang kemasukan air akhirnya mati. Sementara tidak ada lagi penerangan, karena otomatis dengan matinya mesin, mati pula aliran listrik.

Penumpang sempat panik. Bahkan ada yang tercebur di sungai yang airnya masih deras dan dingin. Tapi, akhirnya semua bisa dievakuasi dengan selamat dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Samarinda setelah ada datang kapal pengganti. #

Kecelakaan AirLaka Air