Dampak Kenaikan BBM, Pemkot Balikpapan Salurkan Bantuan Rp 14 Miliar

BERITAKALTIM.CO- Untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan akan menyalurkan bantuan hingga Rp 14 miliar.

Hal tersebut dibenarkan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Balikpapan Pujiono.

Pujiono mengungkapkan, dana anggaran sebesar Rp 14 miliar diambil dari Dana Transfer Umum (DTU) yang diterima oleh Pemerintah Kota Balikpapan sebesar 2 persen.

“Kita sudah mengalokasikan sebesar 2 persen khusus Kota Balikpapan dari DTU, untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM,” ucapnya, Selasa (15/11/2022).

Anggaran tersebut akan diberikan paling besar, lanjut Pujiono kepada proyek padat karya yang dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Kemungkinan terdapat 11 Kelurahan yang diterlibat dalam kegiatan tersebut.

“Apakah kegiatan tersebut meliputi pengerukan sedimentasi dan pembersihan parit sebesar Rp 200 ribu per orang, per bulan untuk padat karya,” ungkapnya.

Terdapat pula, anggaran yang dialokasikan untuk penyaluran bantuan sosial kepada beberapa kelompok masyarakat, seperti nelayan, pengemudi online maupun UMKM Kota Balikpapan.

“Mereka diberikan dana untuk melakukan kegiatan usaha. Kalau nelayan dalam bentuk subsidi,” terangnya.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, sesuai instruksi presiden bahwa pemerintah daerah akan menggunakan anggaran sebesar 2 persen dari dana transfer umum yaitu Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dalam bentuk subsidi transportasi, senilai Rp 2,17 triliun, dalam rangka membantu sektor transportasi seperti angkutan umum, ojek, dan nelayan serta tambahan perlindungan sosial. #

Kenaikan BBM