Anak John Kei: Pulang dari LP Nusakambangan, Papah Sudah Berubah

oleh -182 views
John Kei (kiri) dan Melan Refra, anak John Kei saat memberikan keterangan kepada Wartawan yang mencegatnya di Polda Metro Jaya.

JAKARTA: Putri John Kei, Melan Refra mengakui papahnya sudah banyak berubah setelah pulang dari Lembaga Pemasyarakatan Nusa Kambangan. Perubahan itu ditunjukkan dalam keluarga, seperti selalu melakukan berdoa sebelum melakuan kegiatan makan, meninggalkan rumah, bahkan malam menjelang tidur.

“Sekarang di mana-mana dimulai dari doa, mau ngapain pun harus doa, mau larut malam kumpul di rumah kita kumpul sama-sama berdoa. Sampai akhirnya saya merasa Papah mengajak kami sekeluarga ikut pelayanan sama Papah dari gereja ke gereja. Jadi untuk menanggapi kasus ini saya merasa kaget papah saya yang dari Nusakambangan saya merasa udah berubah kok tiba-tiba dikagetkan dari kasus ini, berita ini,” tutur Melan Refra, saat membesuk ayahnya di Polda Metri Jaya, Jumat (26/6/2020) malam.

Melan datang ke Polda Metro Jaya untuk membesuk John Kei. Dia sudah datang beberapa kali, tetapi tadi malam kembali datang untuk membawakan selimut untuk sang ayah yang ditahan di Polda Metro Jaya.

Sebagai anak, Melan merasa senang dengan perubahan yang terjadi pada papahnya. Itu sebab dia sungguh merasa kaget dan sedih mendengar kasus penyerangan terhadap Agrapinus Rumatora alias Nus Kei yang diduga dilakukan oleh ayahnya.

“Apakah boleh saya sebagai anak merasa perubahan itu, dari yang temen-temen tahu, papah saya bagaimana dan saya merasakan dari Nusakambangan terus sampai rumah papah itu berubah dari kehidupan yang lama. Jadi semua itu saya rasakan dimulai dari saat di rumah,” katanya.

“Mengenai berita yang ada belakangan ini menyebutkan Papah saya sama Opa Nus cukup mengagetkan ya bagi saya,” kata Melan Refra.

Soal hubungan Papahnya dengan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei yang oleh Melan dipanggil Opa Nus, merenggang dalam beberapa tahun terakhir. Namun Melan mengaku tidak mengetahui ada persoalan apa di antara sang ayah dan kakeknya itu.

“Pokoknya yang saya tahu dulu Opa Nus dekat sama kami sekeluarga. Entah kenapa saya kurang paham masalah orang tua, Papa dengan Opa Nus. Tapi saya merasa memang sudah agak melonggar semenjak sekitar 2-3 tahun,” kata Melan kepada wartawan.

Tapi sebagai anak, Melan tidak mau ambil pusing soal perseteruan orang tua. Apalagi Papahnya juga selalu mengingatkan untuk menjalin silaturahmi dengan Nus Kei.

“Saya nggak ambil pusing masalah kayak gesekan-gesekan gitu. Yang saya tahu, Papa sama Opa Nus agak menjauh tetapi Papa selalu ingatkan, walaupun jauh, kita tetap harus menghormati,” katanya.

“Waktu itu pun Opa Nus pernah pindah rumah dari Titian ke Bintara aku masih tetep jalin silaturahmi, sering ke rumah Opa Nus, ngobrol-ngobrol,” sambungnya.

Saat ditanya lebih jauh soal permasalahan apa yang terjadi antara John Kei dan Nus Kei, Melan enggan membahasnya. Bagaimanapun, ia tetap memberikan dukungan kepada sang ayah.

“Aku nggak mau bahas itu. Aku di sini mau support Papa, nggak mau bahas kasus atau gimananya, karena di sini kalau aku tambah bicarain kasus mungkin Papa tambah pusing. Tujuan ke sini buat hibur dia,” tuturnya.

KASUS JOHN KEI

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, perselisihan antara John Kei dan Nus Kei berawal dari penjualan tanah di Maluku. Saat John Kei mendekam di Lapas Permisan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Ada perkara tanah yang saat itu memang John Kei minta tolong kepada Nus Kei untuk segera diuruskan, karena John Kei pada saat itu ada di Nusa Kambangan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya.

Setelah keluar dari Lapas, John Kei mendapat kabar bahwa uang hasil penjualan tanah telah dicairkan, sehingga dia meminta jatah penjualan tanah. Namun, Nus Kei mengaku belum menerima uang hasil penjualan tanah.

Karena keterangan itu John Kei merasa dikhianati oleh Nus Kei. Kemudian terjadi penyerangan yang dilakukan anak buah John Kei di dua lokasi berbeda yakni kawasan Green Lake City di Cipondoh, Kota Tangerang; dan daerah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020) siang.

Saat menyerang kawasan Green Lake City, anak buah John Kei tak segan melepaskan tujuh kali tembakan, merusak gerbang perumahan, dan mengacak-acak rumah Nus Kei. Akibatnya, satu orang sekuriti perumahan mengalami luka karena ditabrak anak buah John Kei dan satu pengendara ojek online tertembak di bagian kaki.

Sementara itu, penyerangan di Cengkareng menyebabkan satu anak buah Nus Kei berinisial ER tewas dan satu orang lainnya terluka.

Polisi kemudian menangkap John Kei dan 29 anak buahnya di markas mereka di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu sekitar pukul 20.15 WIB. Mereka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati. #