Anaknya Acungkan Jari Tengah ke Satpol PP, Ini Klarifikasi Abdul Rofik

oleh -403 views

BERITAKALTIM.CO – Tak menunggu lama, aksi owner belia sebuah café di kawasan Vorvoo Samarinda Selasa (27/7/2021) dini hari, saat mengacungkan jari tengah ketika disambangi petugas Satpol PP, langsung mencuri perhatian.

Tindakan itu dalam etika sosial sangatlah tidak baik. Karena arti dari mengacungkan jari tengah itu adalah gestur yang tidak senonoh.

Sejak terposting dini hari, beragam komentar muncul dilini masa media social.

Kejadian terjadi saat operasi yustisi digelar petugas TNI-Polri, Satpol-PP, BPBD, Kecamatan dan Kelurahan di Kawasan Voorvo Samarinda dengan menyambangi sebuah café. Petugas tengah melakukan imbauan prokes dan tidak bermaksud menutup kafe tersebut.

Namun tiba-tiba, terlihat salah satu dari dua pemuda yang nampaknya pemilik cafe itu malah mengacungkan jari tengah kepada petugas.

Aksinya itu tertangkap oleh kamera petugas gabungan yang hadir.

Kabar tak sedap ini, dibenarkan oleh Ananta Diro, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Samarinda. ia menjelaskan pasca edaran pemkot terkait pembatasan aktifitas imbas dari PPKM, seluruh kafe di kawasan Voorvo harusnya mentaati dan kooperatif.

Dijelaskannya, fakta di lapangan saat itu terjadi kerumunan dan masih buka meski sudah lewat pukul 22.00 wita. “Makanya kami singgah dan memberikan imbauan atas instruksi Walikota Nomor 4 tahun 2021 dengan PPKM level 4. Bahwa untuk kafe dan warung makan itu kapasitasnya yang dibolehkan hanya 25 persen,” ucapnya.

“Kondisi di café itu sepertinya sudah 25 persen.  Hanya saja, terjadi kerumunan konsumen. Untuk itulah kami sambangi,” jelasnya.

Ia pun mengimbau owner café untuk menepatkan dua kursi saja pada setiap meja.

Medsos semakin ramai akan konten ini. Apalagi, belakangan diketahui bahwa pemilik café itu adalah anak wakil rakyat. Tepatnya, putra Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Abdul Rofik.

Kejadian itu terjadi tepat diarea depan kediamannya yang memang dijadikan café oleh anaknya.

Merespon pertanyaan media, Rofik memberi tanggapan berbeda.

Kejadian memberikan jari tengah kepada petugas itu tidak perlu dibesar-besarkan. Malah menurutnya Satpol PP dalam sudut pandangnya harus bersikap persuasif.

Tidak masuk menertibkan dengan pola keroyokan. “Dalam PPKM Level 4, ada sedikit kelonggaran bagi kafe pemula. Anak-anak saya masih mahasiswa, alangkah baiknya diberikan pembinaan,” katanya.

Ia justru menyesalkan aksi Satpol PP itu yang menurutnya bisa diartikan masuk kategori pidana karena pelanggaran aturan masuk tanpa izin. “Apalagi membuat gaduh, saya saat itu dalam keadaan tidur dan sakit,” tambahnya.

Pengakuan dari anaknya bahwa saat itu justru petugas Satpol PP yang terlihat berkerumun, malah membuatnya kesal.

“Bukan di kafe yang bergerombol, malah Satpol PP yang masuk bergerombol,” lugasnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.