Anggota DPRD Kukar Ingin Mesin Giling Padi Sudarmaji Dipatenkan

oleh -356 views
Anggota DPRD Kutai Kartanegara, Johansyah saat acara peresmian mesin penggilingan padi.

BERITAKALTIM.CO- Sebuah pabrik penggilingan padi atau rice milling unit (RMU) berdiri di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Uniknya, proses pembuatan mesin penggilingan berkapasitas 10 ton per jam itu dibuat secara manual oleh seorang warga bernama Sudarmadji yang juga menjadi ketua BUMDes Sumber Purnama.

Prestasi Sudarmaji diakui oleh Anggota DPRD Kutai Kartanegara dari Fraksi Golkar Johansyah. Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan 5 yang meliputi Loa Kulu dan Loa Janan itu, kehadiran mesin giling padi sangat bermanfaat bagi petani, karena akan menstabilkan harga.

“Kita ingin nanti hasil karya mesin penggilingan ini dipatenkan hak ciptanya, yaitu oleh Pak Sudarmaji dari BUMDes Sumber Purnama,” kata Johansyah kepada Wartawan beritakaltim saat acara peresmian (RMU), Kamis (25/11/20210.

Johansyah yang awal sebelumnya menjadi anggota DPRD Kukar adalah seorang kepala desa mengakui, kreatifitas yang dilakukan oleh Sudarmaji bersama tim sangat luar biasa. Sebab selain mampu masuk ke dalam teknologi pertanian, dalam hal ini membuat mesin penggilingan padi, juga mengatasi satu masalah petani mengenai pemasaran.

Dia memahami jika nasib petani, termasuk petani di Loa Kulu, selama ini sering rugi karena harga gabah yang tidak stabil. Perilaku pasar yang tidak menentu membuat para petani frustasi dan pada akhirnya meninggalkan pekerjaan bertani.

“Dengan adanya tempat penggilingan gabah menjadi beras dan langsung dikemas, membuat harga gabah menjadi lebih stabil. Karena berapapun produksi petani sudah bisa ditampung ke BUMDes dan kemudian digiling jadi beras,” ujarnya.

Dari keterangan Sudarmaji yang membuat mesin RMU, kata Johansyah, harga merakit sendiri mesin penggilingan padi jauh lebih murah jika dibanding membeli sudah jadi (rakitan) dengan kapasitas yang sama. Mesin rakitan Sudarmaji harga total pengadaan mesin hanya sekitar Rp400 juta, sementara jika membeli mesin rakitan sekitar Rp700-Rp800 juta.

Keinginan Johansyah agar karya mesin giling buatan Sudarmaji dipatenkan, disambut baik oleh Sekretaris Daerah Kukar Sunggono dan Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Jusuf Noor.

“Mudah-mudahan karya pak Sudarmadji (ketua Bumdes) ini bisa dipatenkan, bisa dijadikan bahan khusus untuk bagaimana proses pengilingan padi bisa efesien,” ucap Sunggono pada saat menyampaikan sambutan diacara peresmian itu.

Sunggono mengatakan, BUMDes Sumber Purnawa sangat menginspirasi karena menghasilkan karya desa yang fundamental di bidang pertanian. Hal ini turut menjawab permasalahan yang sering dikeluhkan para petani, baik dari pemasaran maupun pasca produksi yang kadang-kadang terkendala.

Dia berharap, apa yang telah dirintis BUMDes dapat dikembangkan lebih luas dengan cara menjalin kerja sama dengan desa-desa lainnya untuk meningkatkan produksi. Sebagaimana disampaikan Ketua KTNA, dengan RMU penggilingan padi dapat dilakukan lebih efesien. #

Wartawan: hardin

No More Posts Available.

No more pages to load.