Aplikasi Si Porter Bapok untuk Permudah Cek Stok Bahan Pokok di Balikpapan

oleh -26 Dilihat
Kepala dinas perdagangan Arzaedi Rahman didampingi Kepala Seksi pengendalian Bahan Pokok Dinas Perdagangan Regina Theresia Koyansow dan perwakilan pelaku usaha dalam launching Si Porter Bapok.

BERITAKALTIM.CO- Dinas Perdagangan kota Balikpapan melaunching inovasi dan sosialiasi Sistem Informasi Laporan Ketersediaan Bahan Pokok (Si Porter Bapok) berkolaborasi dengan pelaku usaha distributor bahan pokok.

Launching ini dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan kota Balikpapan Arzaedi Rahman dan dihadiri pelaku usaha di Aula Dinas perdagangan Kota Balikpapan, Rabu (23/9/2021).

Aplikasi Si Porter Bapok merupakan gagasan atau inisiatif dari Kepala Seksi pengendalian Bahan Pokok Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Regina Theresia Koyansow.

” Aplikasi ini berfungsi sebagai pengendalian dari segi ketersediaan bahan pokok di kota Balikpapan dan juga membantu pelaku usaha dalam penyediaan stok, ” jelas Regina seusai launching aplikasi Si Porter Bapok.

Regina menjelaskan, selama ini laporan stok masih bersifat manual, aplikasi ini membantu pelaku usaha dalam pencatatan pelaporan stok. Sebagai benefitnya pelaku usaha juga bisa menjadikan aplikasi ini sebagai media promosi usaha.

” Jadi pelaku usaha yang terlibat dalam aplikasi ini sebagai kontributor,¬† mereka bisa promosikan usaha.
Benefit buat mereka itu ada selain mereka melaporkan, mereka juga dapat mempromosikan produk-produk komoditi. Apa saja yang mereka jual, jadi masyarakat bisa melihat tercantum alamat dan kontak personnya,” ucapnya kepada awak media.

“Silakan masyarakat untuk menghubungi distributor tersebut jika ada yang membutuhkan informasi terkait bahan pokok di http://siporterbapok.sahabat.co,” urainya.

Di http://siporterbapok.sahabat.co juga bisa memantau distributor pelaku usaha jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendeknya adalah pelaku usaha distributor bahan pokok dan jangka panjangnya pelaku usaha barang penting terkait bahan bangunan.

Terkait pendataan, Regina mengatakan, sesuai dengan Permendag no 22 tahun 2021 tentang tata cara pelaporan stok bahan pokok dan barang penting maka pelaku usaha wajib memiliki nomor induk berusaha (NIB) sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Jadi bagi yang belum memiliki izin silakan untuk membuat perijinannnya di OSS ,” katanya.

Di dalam aplikasi ini, masyarakat bisa memantau 11 bahan pokok sedangkan untuk harga tidak tertera hanya ketersediaan bahan pokoknya.

Jadi jika konsumen ingin membuka usaha dan membutuhkan informasi distributor bisa langsung menghubungi kontak person yang tertera. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.