Arti Gelar Pahlawan Nasional Aji Muhammad Idris Bagi Warga Kukar

oleh -14 Dilihat
Aji Muhammad Idris (Alm), Sultan ke-14 Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Foto: Ist

BERITAKALTIM.CO- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyambut dengan suka cita pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada salah satu kerabat Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Almarhum Aji Muhammad Idris.

“Bertepatan pada hari pahlawan, Sultan Aji Muhammad Idris ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Kita patut bersyukur perjuangan rekan-rekan kita sejak beberapa tahun ini sudah dikabulkan pemerintah pusat,” kata Rendi Solihin, Wakil Bupati Kutai Kartanegara, usai memimpin upacara Hari Pahlawan 2021 di halaman Kantor Bupati Kukar, Rabu (10/11/2021).

Penganugerahan Pahlawan Nasional dilaksanakan Rabu 10 November 2021 bertepatan dengan Hari Pahlawan di Istana Negara Jakarta. Prosesi penganugerahan dilakukan Presiden RI Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Ada 4 tokoh yang pada hari itu mendapat gelar Pahlawan Nasional, salah satunya dari Kaltim Sultan Aji Muhammad Idris. Keempat tokoh itu disahkan melalui surat keputusan presiden (Keppres) nomor 109 TK/2021 tentang penganugerahan pahlawan nasional.

Dari Kutai Kartanegara turut dalam acara penyerahan gelar Pahlawan Nasional di Jakarta adalah Sultan Aji Muhammad Arifin selaku ahli waris, didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Kukar, Alif Turiadi.

Aji Muhammad Idris adalah Sultan Ke-14 Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Menurut catatan yang diperoleh beritakaltim.co, dia memerintah mulai tahun 1735 hingga tahun 1778.

Catatan lainnya dari wikipedia menyebutkan Sultan Aji Muhammad Idris adalah sultan pertama yang menggunakan nama Islam semenjak masuknya agama Islam di Kesultanan Kutai Kartanegara pada abad ke-17.

Catatan tentang kepahlawanan diperoleh dari data-data, bahwa Sultan Aji Muhammad Idris adalah menantu dari Sultan Wajo La Madukelleng berangkat ke tanah Wajo, Sulawesi Selatan untuk turut bertempur melawan VOC bersama rakyat Bugis. Dengan gagah berani Sultan Aji Muhammad Idris menggepur VOC dan akhirnya beliau gugur sebagai syuhada di medan perang.

Sultan Aji Muhammad Idris dimakamkan bersama Mertua beliau Raja La Madukelleng dari Wajo dan Sultan Aji Muhammad Idris salah satu Pahlawan yang dikenang oleh masyarakat Wajo atas perjuangan mengusir penjajah dari tanah Wajo.

Sementara itu Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin pada perayaan Hari Pahlawan mengatakan, hari ini perjuangan tidak lagi berdarah-darah lagi. Cukup berpikir dan berkeringat untuk membantu daerah maupun negara.

“Poin untuk memaknai hari pahlawan 2021 ini, saya berpesan kepada masyarakat Kukar hari ini kita tidak perlu berdarah, kita cukup berfikir dan berkeringat untuk menjadi bermanfaat untuk Kabupaten Kukar,” ungkap Rendi Solihin.

Dalam kesempatan itu, Rendi juga berpesan untuk para pemuda di Kukar agar dalam memperingati hari pahlawan ini terus lakukan inovasi berkreasi, sehinggga kita bisa bersama-sama mengembangkan seluruh potensi di Kukar.

“Makna dari penganugerahan gelar pahlawan tersebut adalah sebagai pendorong semangat kami untuk terus membangun Kutai Kartanegara tercinta,” kata Rendi. #

Wartawan: Hardin | ADV

No More Posts Available.

No more pages to load.