Audiensi Bidang SDA di Balai Teknik Bendungan Ditjen SDA Kementerian PUPR

oleh -97 views

BERITAKALTIM.CO – Bidang SDA Dinas PUPR & PERA Provinsi Kaltim yang dalam hal ini di wakilkan oleh Kepala Seksi Perencanaan SDA, menghadiri Audiensi Bidang SDA di Balai Teknik Bendungan Ditjen, SDA Kementerian PUPR, Kamis, (9/9/ 2021)

Pada momen yang sama juga dilakukan serah terima permohonan dan dokumen sertifikasi Impounding Bendungan Marangkayu.

Diketahui, Luas pengadaan tanah untuk pembangunan bendungan marangkayu ini sekitar 544 hektar, meliputi desa Sebuntal 371 hektar, desa Bunga Putih 160 hektar, desa Semangkok 11 hektar, desa Perangat Selatan 1 hektar dan desa Makarti 1 hektar.

Bendungan bendungan juga akan menjadi Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) regional bagi Kawasan Bontang dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Bendungan Marangkayu memiliki volume tampung 12,37 juta meter kubik dengan luas genangan 455 hektar.

Bendungan Marangkayu menjadi salah satu focus proyek PUPR&PERA Kaltim pasca ditetapkan sebagai salah satu Proyek Stretegis Nasional (PSN) di Kaltim. Berada di Kutai Kartanegara, proyek ini format pembiayaannya dari APBN senilai 272 Miliar.  Bendungan Marangkayu ini direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 12.37M³ diharapkan dapat mengairi lahan seluas 4500 Ha, mengurangi debit banjir sebesar 0,73 M³/detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,45 M³/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 1,35 MW.

Seelumnya, pihak PUPR juga berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait proyek ini. Koordinasi yang dipimpin Kepala Seksi Perencanaan Bidang SDA dan Staf Perencanaan Bidang SDA, dengan pembahasan tentang verifikasi peta dan Tata Letak Rencana Pembayaran Jasa Peta Bidang pengadaan Tanah Bendungan Marangkayu lebih dirincikan dengan menampilkan data peta lokasi data-data pembayaran yang telah diselesaikan.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim juga ditemui PUPR untuk berkoordinasi terkait materi yang sama. Bahkan saat pertemuan dengan Kejati, menghadirkan PPK dan PPTK Pengadaan Tanah Bendungan Marangkayu, pihak BUMN yaitu PT. PHSS dan PT. Perkebunan Nusantara 13, pihak swasta yaitu PT. Kutai Sawit Plantations dan para pihak yang berhak. (ADV)

No More Posts Available.

No more pages to load.