Azis Syamsuddin Sempat Bohongi Petugas Sebelum Dijemput Paksa KPK

oleh -248 views
Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR, tiba di Gedung KPK.

BERITAKALTIM.CO- Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin akhirnya dijemput petugas KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Setelah sebelumnya dia berusaha mangkir dari panggilan lembaga anti rasuah itu, politisi Golkar itu menyerah.

Azis sempat mangkir dengan berkirim surat kepada penyidik KPK bahwa dia sedang isoman alias isolasi mandiri setelah terjadi kontak dengan orang yang terpapar virus Korona. Namun penyidik KPK tidak percaya begitu saja, dan langsung mencari Azis.

Petugas KPK tidak percaya dengan alasan Azis karena tidak adanya surat keterangan dari medis berupa hasil tes yang menyatakan dia positif terpapar virus Korona.

Alhamdulillah, sudah ditemukan (keberadaan Azis Syamsuddin),” kata Firli kepada wartawan, Jumat (24/9/2021) malam.

Kepada Wartawan Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan tim penyidik KPK menemukan keberadaan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Setelah itu petugas membawanya ke gedung KPK. Namun sebelumnya, kata Firli, Azis diberi kesempatan untuk mandi dan persiapan sebelum dibawa ke gedung KPK.

Petugas KPK yang dilengkapi tim juga melakukan tes swab-nya saat menemukan Azis. Ternyata hasil swab negatif, sehingga hal tersebut menguatkan dugaan Azis berusaha menghindar setelah dipanggil oleh KPK.

“Yang bersangkutan kami persilakan mandi dan persiapan dulu. Sambil menunggu penasihat hukum. Test swab antigen negatif,” ujarnya.

“Kami menaati prokes COVID-19 dan junjung tinggi HAM. Tim juga dilengkapi tim COVID-19 dan jika ketemu yang bersangkutan, maka tim akan laksanakan tes swab antigen,” kata Firli.

Sejak hari Kamis (23/9/2021) status Azis Syamsuddin sudah jadi perbincangan publik. Media-media menyebutkan kalau Azis sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan dipanggil ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan pada hari Jumat 24 September 2021. Pemanggilan itu memberikan isyarat kalau KPK serius dan akan menjebloskan Azis ke sel tahanan pada hari Jumat yang sering disebut sebagai “Jumat Keramat”.

Nama Azis Syamsuddin muncul dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Salah satunya menyebut Azis meminta tolong kepada Robin untuk mengurus kasus yang melibatkannya dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Dalam persidangan Jaksa KPK dalam surat dakwaan menyebutkan Azis dan Aliza Gunado memberikan Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000 ke AKP Robin dan seorang rekannya sebagai pengacara atas nama Maskur Husain. Maskur juga sedang diadili dalam perkara tersebut.

Nama mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari yang kini masih berada di sel penjara karena kasus korupsi, juga terseret lagi dalam kasus ini. Dia disebut-sebut sebagai salah seorang yang memberi suap kepada AKP Stepanus Robin Pattuju yang merupakan eks penyidik KPK.

Munculnya nama Rita mulai terungkap dalam sidang etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang dipimpin Ketua Tumpak H Panggabean didampingi oleh anggota Dewas KPK, Albertina Ho dan Syamsuddin Haris. Sidang etik berlangsung di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Senin (31/5/2021).

Sidang etik dilaksanakan dengan menghadirkan AKP Stepanus Robin Pattuju selaku Terperiksa. Stepanus adalah penyidik KPK yang tertangkap menerima suap dalam kasus penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

Dalam sidang putusan pelanggaran kode etik itu, AKP Stepanus dinyatakan menerima uang yang totalnya senilai Rp10,4 miliar selama menjadi penyidik di lembaga antirasuah itu. Selain suap dalam perkara Wali Kota Tanjungbalai, dia juga menerima suap dari Rita Widyasari sebesar Rp5,1 Miliar.

Duit tersebut, menurut Albertina, diberikan untuk mengurus peninjauan kembali (PK) kasus Rita.

“Dalam perkara Rita Widyasari terkait dengan pembuatan memori peninjauan kembali, terperiksa menerima uang secara bertahap kurang-lebih sejumlah Rp 5,1 miliar yang sebagian diserahkan kepada saksi Maskur Husain kurang-lebih Rp 4,88 dan terperiksa mendapat uang sejumlah Rp 220 juta,” ucap Albertina. Maskur Husain adalah seorang pengacara.

Dalam sidang kasus dugaan suap mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju, terkuak lagi sejumlah fakta perihal Azis dan Rita Widyasari. Saksi bernama Agus Sunanto mengakui di depan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, di Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (20/9/2021), bahwa dia sering mengantar Robin ke sejumlah tempat.

Diantaranya bertemu Azis Syamsuddin dan juga ke Lapas Tangerang. Sepengetahuan Agus di Lapas Tangerang bertemu mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari.

“Ke Lapas Tangerang, lapas perempuan, lebih dari tiga kali menemui seorang perempuan, sepengetahuan saya bu Rita Widyasari,” ungkap Agus.

Rita Widyasari dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan. Upayanya mengajukan banding, kasasi hingga Peninjauan Kembali (PK) ditolak oleh Mahkamah Agung. Rita dihukum lantaran menerima gratifikasi sebesar Rp 110.720.440.000 terkait perizinan proyek pada dinas di Pemkab Kukar.

Rita melakukan perbuatan itu bersama Khairudin, yang divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan. Peran Khairudin sebagai Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB), yang juga anggota Tim 11 pemenangan Rita, adalah pihak yang ikut menerima gratifikasi.

Khairudin awalnya anggota DPRD Kukar saat Rita Widyasari mencalonkan diri sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015. Selain itu, Rita menerima uang suap Rp 6 miliar terkait pemberian izin lokasi perkebunan sawit. Uang suap itu diterima dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun.

Rita juga sedang dibidik KPK dengan sangkaan baru, yaitu pencucian uang Rp 436 miliar. Rita diduga menyamarkan asal harta kekayaannya lewat barang mewah. KPK kemudian menyita 103 perhiasan, 32 jam tangan mewah, serta tas dan sepatu mahal Rita. #

Wartawan: le

No More Posts Available.

No more pages to load.