Bagi Sembako ke Korban Banjir, Politisi PDIP Minta Pemkot Fokus Cari Solusi

oleh -354 views
Relawan PDIP Kaltim saat menyalurkan bantuan kepada warga kota Samarinda yang terdampak banjir.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Banjir yang merendam Kota Samarinda selama hampir sepekan ini membuat sejumlah pihak ikut turun tangan dalam melakukan aksi gotong royong dalam memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kaltim misalnya, partai besutan Megawati Soekarno Putri ini, sejak dua hari pasca lebaran telah membangun posko dan dapur umum di wilayah terdampak banjir tersebut.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bancana (Baguna) PDI Perjuangan Kaltim, Achmad Cahyadi, Kepada media ini mengatakan, jika kegiatan ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan PDI Perjuangan, dalam bergotong royong dengan seluruh elemen dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir.

“Sejak banjir melanda dibeberapa titik strategis di Kota Samarinda kami dari Baguna PDI Perjuangan Kaltim langsung turun tangan membangun posko dan dapur umum bagi warga yang terdampak banjir,” kata Achmad Cahyadi, Rabu (27/5/2020) malam.

Posko dan dapur umum yang dibangun di wilayah Jalan Pemuda tersebut, kata dia, menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda.

“Selama tiga hari kami membangun posko dan dapur umum di wilayah tersebut, adapun hari ini, posko dan dapur umum itu telah kami pindahkan mengingat banjir di wilayah tersebut yang sudah mulai surut. Adapun posko dan dapur umum kami pindahkan ke Mako Baguna PDI Perjuangan, namun tentunya tanpa meninggalkan esensinya untuk tetap menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di tengah pendemi Covid-19,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, yang dihubungi secara terpisah oleh media ini mengatakan, selain membangun posko PDI Perjuangan Kaltim juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga yang terdampak banjir.

“Kami hadir di tengah warga, hal ini sesuai dengan sikap PDI Perjuangan dalam bergotong-royong dengan seluruh elemen masyarakat. Kami membantu masyarakat yang terkena dampak banjir, selain makanan siap saji dari posko dan dapur umum, kami juga membagi paket sembako,” jelasnya.

Lebih lanjut anggota DPRD Kaltim ini juga menyebut jika peran pemerintah kota (Pemkot) Samarinda pada khususnya harus lebih fokus pada penaggulangan banjir, lantaran musibah yang melanda warga saat ini dinilai berturut-turut.

“Tahun baru kemarin juga banjir. Dan sekarang pasca lebaran warga juga warga dilanda dengan musibah yang sama, oleh karenanya kami meminta kepada Pemkot Samarinda untuk lebih fokus dalam hal penanggulangan banjir ini jangan dibiarkan seperti ini terus,” sebutnya.

Dia mencontohkan normalisasi kanal disalahsatu wilayah di Lambung Mangkurat yang notabene sebelumnya merupakan daerah langganan banjir.

“Lambung Mangkurat misalnya. Selama normalisasi kanal di wilayah tersebut masyarakat hampir tidak lagi mengalami musibah banjir yang begitu parah, meskipun pengerjaannya baru hanya pada bagian kanan saja, coba dibayangkan bagaimana jika kedua sisi wilayah tersebut sudah dilakukan normalisasi, saya yakin wilayah tersebut tidak akan mengalami dampak banjir yang sama seperti sekarang ini,” jelas Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kaltim ini.

“Peran pemerintah dalam penagulangan banjir janganlah setengah-setengah. Pekerjaan haruslah diselesaikan secara menyeluruh, agar keresahan warga terhadap banjir ini bisa terselesaikan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu pihaknya mengucapkan apresiasi kepada semua pihak yang telah ikut berkontribusi membantu warga yang terdampak banjir tersebut.

“PDI Perjuangan berterima kasih kepada semua masyarakat, relawan, yang sudah bergotong-royong dalam mewujudkan aksi sosial ini.  Ke depan PDI Perjuangan berkomitmen untuk akan terus mengawasi pembangunan di Kaltim agar bisa lebih bermanfat bagi masyarakat dan yang terpenting warga terbebas dari momok banjir seperti ini,” tutup politisi PDI Perjuangan Kaltim ini.

Untuk diketahui bersama banjir kali ini merendam lima wilayah Kecamatan di Kota Samarinda, lima wilayah ini yakni Kecamatan Samarinda Utara, Sungai Pinang, Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, hingga Palaran. Sebanyak 13.706 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 44.937 merasakan dampak banjir di tengah pendemi Covid-19. #

Wartawan: Heriman.