Baharuddin Demmu Geram dengan Kasus Korupsi Dirut PT MGRM

oleh -262 views
Baharuddin Demmu, anggota DPRD Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Ditangkapnya Direktur Utama PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM), Iwan Rahman, oleh Tim Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Kamis (18/2/2021), menundang geram berbagai pihak. Termasuk Anggota Komisi II DPRD Kaltim Baharuddin Demmu.

“Kami apresiasi lah kinerja Kejati Kaltim. Semoga ini dapat memberikan efek jera. Saya berharap untuk Perusda di Kaltim yaitu MMP (Migas Mandiri Pratama-red) juga dievaluasi. Ini ada kaitan dengan MGRM dalam mengelola saham Blok Mahakam,” ucap Baharuddin Demmu yang berasal dari Daerah Pemilihan Kutai Kartanegara itu.

Diberitakan sebelumnya, Iwan Rahman ditangkap Tim Penyidik Kejati karena menerima modal sebesar Rp70 miliar dari PT Migas Mandiri Pratama Kutai Mahakam (MMPKM). Uang itu adalah hasil deviden dari pengelolaan saham Participating Interest (PI) Blok Mahakam. PT MGRM yang berstatus perseroda adalah perusahaan utusan Pemkab Kukar untuk mengelola deviden dari saham PI di Blok Mahakam.

Dari Rp70 Miliar yang diterima perusahaan itu, semestinya Rp50 miliar untuk membangun tangki timbun di Samboja, Balikpapan dan Cirebon. Namun ternyata proyek itu tangki timbun tidak pernah ada, sementara tim penyidik menemukan bukti kalau dana proyek tersebut dialirkan ke perusahaan lain, PT Petro TNC International. Perusahaan ini ternyata sahamnya dimiliki oleh Iwan Rahman sebesar 80 persen dan anaknya 20 persen.

Baharuddin Demmu mengatakan, dari kasus PT MGRM harus diambil hikmahnya. Karena ada perusahaan daerah lain, milik Pemprov Kaltim yang juga bekerjasama menerima deviden dari saham Blok Mahakam. Menurut Demmu sudah saatnya Perusda-perusda milik Pemprov Kaltim ditertibkan agar tidak semaunya menggunakan uang yang bersumber dari uang rakyat. #

Wartawan: le