Bahasa Kutai Segera Masuk Pelajaran SD, SMP dan SMA

oleh -234 views
Foto ilustrasi. SMK Negeri Tenggarong. Foto: ist

BERITAKALTIM.CO- Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Afrilian Noor mengatakan, segera memasukkan muatan lokal berupa pelajaran Bahasa Kutai di sekolah-sekolah. Saat ini sudah ada Peraturan Daerah (Perda) mengenai Bahasa Kutai yang mewajibkan masuk kurikulum lokal, namun masih belum terbit peraturan bupati (Perbup).

“Kita menunggu. Masih ada satu perbup yang belum keluar,” ucap Thauhid Afrilian Noor kepada Wartawan yang mewawancarainya di lokasi acara pagelaran seni tari, musik, seni pertunjukan teater dan seni rupa Budaya Daerah di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Senin (22/11/2021).

Setelah ada Perbup (aturan Bupati), maka Dinas Dikbud Kukar langsung mengeksekusi peraturan itu dengan mensosialisasikan ke sekolah-sekolah. Semua tingkatan sekolah ada pelajaran bahasa Kutai, mulai SD, SMP dan SMU.

Selain memasukkan muatan lokal di sekolah-sekolah, Dinas Dikbud juga mengajak seniman-seniman untuk mempersiapkan diri masuk ke sekolah-sekolah untuk mengisi pelajaran siswa eksta kurikuler.

Thauhid Afrilian Noor berada di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong untuk menghadiri acara Pesemanan Seni dan Budaya Daerah Kukar yang berlangsung selama dua hari, 22–23 November 2021. Acara itu digelar dengan offline dan juga online melalui channel-channel youtube dan facebook.

“Jadi untuk upaya pelestarian budaya, kita masukkan muatan lokal di sekolah-sekolah. Yaitu pelajaran bahasa Kutai,” kata Thauhid Afrilian Noor.

Menurut Thauhid Afrilian Noor yang baru sepekan dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, dalam tugasnya banyak sekali budaya Kukar yang perlu mendapat perhatian dan perlu diinventarisir kembali. Untuk itu Disdikbud berupaya mencoba membangun satu catatan atau literasi budaya.

Diakuinya, tantangan ke depan kemajuan teknologi, adalah masuknya berbagai budaya asing. Terlebih setelah era smartphone, di mana informasi termasuk budaya dari luar negeri tidak bisa terbendung lagi. Menurutnya, menghadapi era modern tersebut, di daerah perlu menyiapkan pertahanan agar tidak meninggalkan budaya dan bahasa tanah leluhur.

“Jangan sampai budaya Kukar hilang tergilas oleh kemajuan zaman, yang semakin membuat budaya kita tersingkirkan,” ujar Thauhid.

Sementara, pesan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah seperti disampaikan oleh Plt Asisten III Setkab Kukar, Sukotjo, ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu kedepan semua urusan harus bisa bersaing di tengah-tengah kemajuan teknologi, diantaranya tentang karakter moral dan pendidikan karakter para pelaku seni yang tentunya harus bisa mengikuti perkembangan seni budaya Kukar, berinovasi, berkompetensi, kritis dan mampu menumbuh kembangkan literisasi budaya serta literasi teknologi.

Rencana memasukkan muatan lokal berupa pelajalan Bahasa Kutai sudah berlangsung cukup lama. Hanya saja selama ini tidak ada yang berani mengeksekusinya. #

Wartawan: hardin | ADV

No More Posts Available.

No more pages to load.