Balikpapan Berhasil Mendapatkan Penghargaan Nasional Pengelolan Sampah Terbaik

oleh -375 views
Wali kota Balikpapan Rizal Efenddi saat monitoring Evaluasi PPKM Mikro Di RT 51 Kelurahan Gunung Samarinda.

BERITAKALTIM.CO- Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari, Balikpapan memperoleh penghargaan nasional bersama sembilan daerah lainnya.

Balikpapan dianggap berhasil dalam menangani dan mengelola sampah. Atas keberhasilan itu, Balikpapan pun berhak atas dana apresiasi sebesar Rp7,7 miliar.

“Saya belum tahu arahan penggunaannya bagaimana, nanti kami tunggu dulu tapi dananya melalui dana insentif daerah,” ucap Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi saat meninjau PPKM skala mikro di Kelurahan Wonorejo RT 51, Rabu (24/2/2021).

Rizal mengatakan, Kota Balikpapan terbaik dalam penanganan sampah. Hal Itu tercermin dari Tempat Pembuangan Sampah (TPA) di Manggar yang tidak berbau bahkan menjadikannya sebagai tempat pendidikan sampah.

“Saya mohon ini menjadi perhatian terutama sistem pembuangan akhir sampah itu di TPA Manggar itu terbaik nasional. Belum ada tempat pembuangan sampah di Indonesia yang diresmikan oleh Bapak Presiden RI Joko Widodo kecuali punya kami itu,” ucapnya ketika ditemui awak media.

Dijelaskannya, apabila sampah dibuang tanpa dipilah maka yang terjadi setiap tahunnya akan menambah lahan untuk penampungan. Itu sebabnya mengolah sampah yang dikenal dengan istilah 3 R (Recycle, Reduce, Reuse) atau pengurangan, penggunaan kembali dan mendaur ulang sampah, diperlukan sehingga pembuangan sampah itu hanya yang tersisa.

“Upayakan di sini juga seperti itu tidak semua diangkut oleh sampah, jadi harus ada bank sampah, pemilahannya dan pemanfaatannya,” jelasnya.

Rizal menambahkan bahwa produksi sampah di Balikpapan seharinya sebanyak 467 ton, yang biasanya hanya 460 ton. Kenaikan tujuh ton itu sejak adanya pandemi Covid 19, banyak masyarakat yang work from home (WFH) maka banyak makanan yang terbuang.

“Kalau dipresentasekan sampah yang terbuang itu paling besar dari sisa makanan, hampir 37 persen sisa makanan. Saya mohon kepada masyarakat jangan banyak membuang makanan,” paparnya.

Pengolahan sampah yang baik di Balikpapan perlu dipertahankan agar diakui dunia. Penanganan sampah di negara maju di dunia persentasi sampah yang terbuang di TPA sisa 25 persen dan 75 persen daur ulang, akan tetapi di Indonesia 75 persen masih di TPA hanya 25 persen yang daur ulang.

“Jadi biar kecil TPA nya tidak perlu tambah, kalau kami nambah terus lahannya. Saya mohon pak RT untuk pengolahan sampah, kita akan lihat cara pengolahan sampah,” tutupnya. #

Wartawan: Thina