Balikpapan PPKM Level III,  PTM Disetop dan Fasum Dibatasi

oleh -36 Dilihat
Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud.

BERITAKALTIM.CO- Kasus covid-19 di beberapa kota/kabupaten di Indonesia mengalami tren kenaikan sehingga pemerintah pusat menetapkan status Kota Balikpapan menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III yang sebelumnya berasa di PPKM level II.

“Tadi diarahkan Balikpapan, beberapa kabupaten kota mengalami tren kenaikkan ditetapkan menjadi level 3,” ujar Wali Kota Rahmad Mas’ud seusai rapat koordinasi evaluasi di luar Jawa Bali dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait evaluasi perkembangan covid, Minggu (13/02/2022).

Berdasarkan penetapan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat bahwa Kota Balikpapan berada di level III, Wali kota Balikpapan menyampaikan adanya perubahan pembatasan yang akan diterapkan seperti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah yang sebelumnya diperbolehkan tetapi saat ini ditiadakan.

“Bukan diliburkan tapi Belajar dari rumah,” ucapnya.

Termasuk pembatasan di fasilitas umum yang saat ini dibatasi dengan kapasitas minimal 50 persen, karena adanya perubahan dari status PPKM di Kota Balikpapan. “Tidak ditutup tapi ada pembatasan, minimal 50 persen,” ujarnya.

Rahmad menghimbau kepada masyarakat Balikpapan agar jangan panik, apabila ada gejala tetapi tidak bergejala berat cukup melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Itu juga arahan dari Bapak Menteri Kesehatan. Cukup di rumah isolasi mandiri, jadi nggak usah panik, kecuali ada gejala berat yang memerlukan penanganan medis baru kita ke rumah sakit,” jelasnya.

Bagi warga yang terinveksi covid-19 tidak memiliki gejala diminta untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah jika memamungkinkan atau isolasi terpusat (isoter).

“Kewaspadaan kita kepada masyarakat, kita imbau kalau pun tidak mengalami gejala, tidak terlalu berat cukup di rumah saja. Itu arahan dari Menteri kesehatan. Jadi gak usah panik,” pintanya.

“Kecuali ada gejaa berat perlu penanganan baru kita ke rumah sakit. Pemerintah masih menyiapkan isoter di Hotel Gran Tiga Mustika. sekarang kan sudah 80 persen.”ucapnya.

Selanjutnya, langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemkot Balikpapan sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan yakni pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga dan yang terpenting pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes). ” Saran ke kita, dosis tiga lansia kita kejar. Tapi paling penting taat prokes,” ucapnya.

Selain itu juga, PPKM Mikro di tingkat Kelurahan menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan Pemkot Balikpapan dalam menekan angka Kasus Covid 19 di Kota Balikpapan. Walaupun demikian, yang terpenting adalah kesadaran masyarakat dalam menjalankan anjuran pemerintah dengan melaksanakan prokes.

“PPKM Mikro kita hidupkan kembali, tapi juga paling penting kesadaran masyarakat. Untuk prokes kita ingatkan kembali, kalau masyarakat tidak peduli sama saja bohong tapi kita ingatkan kembali. Mudah-mudahan masyarakat sadar, karena untuk kita semua,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengatakan rapat koordinasi yang rutin diadakan oleh Menko Bidang Perekonomian yang biasanya sehari sebelum dilakukan rapat terbatas dengan presiden.

“Monitor perkembangan terakhir di setiap daerah sebelum Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) ditetapkan. Hasil hari ini kita tetap masih menunggu resminya Inmendagri besok. Setelah Bapak Presiden rapat terbatas Inmedagri baru keluar. Itulah yang sah untuk kita jalankan,” jelasnya. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.