Balikpapan-Samarinda-Bontang Diserang Varian Virus Korona Delta

oleh -428 views
Walikota Balikpapan Rahmad Masud didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr.Andi Sri Juliarty saat rapat koordinasi di Aula Pemkot Balikpapan.

BERITAKALTIM.CO- Varian Delta akhirnya masuk di wilayah Kaltim. Hal ini dipastikan setelah hasil spesimen yang dikirim Puslitbangkes Kemenkes akhirnya keluar. Tiga daerah dipastikan telah terpapar varian Delta yakni Balikpapan, Bontang dan Samarinda.

Berdasarkan data WHO, varian delta dikenal juga dengan B.1.617.2 pertama kali di India dan penularannya sangat cepat dari varian lain dan menyebabkan seseorang bergejala. Selain cepat, varian Delta mematikan.

“Telah ditemukan varian delta baru berdasarkan hasil laborantorium yang dikirim dari Jakarta,” ungkap Wali Kota Rahmad Mas’ud usai rapat koordinasi bersama Forkopimda membahas PPKM Level 4, Selasa (20/07/2021).

Rahmad mengatakan, virus varian delta telah menyebar di tiga daerah, selain Balikpapan juga Samarinda dan Bontang dengan lonjakkan penyebaran yang sangat tinggi.

Rahmad meminta warga untuk tetap waspada. Tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Karena setiap saat bisa terinveksi covid-19 jika tak taat prokes.

“Perlu saya sampaikan ke masyarakat, hati-hati kita. Waspada. Tapi jangan juga ketakutan. Covid-19 ini ada disekeliling kita,Tapi sekali lagi dengan prokes Insyaallah menjaga keluarga kita dan diri kita,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty memberikan kebenaran kabar tersebut.

Menurutnya, dari hasil yang keluar terdapat tiga orang terkonfirmasi positif varian delta dan merupakan pendatang dari Pulau Jawa.

“Pagi kami menerima informasi Dinkes Kaltim bahwa beberapa spesimen yang kita kirim itu sudah ada hasilnya. Yang diterima tadi adalah spesimen kota Balikpapan, Samarinda dan Bontang. Balikpapan ada 3 dari puluhan spesimen yang kita kirim itu terkonfirmasi positif virus Delta,” jelasnya.

Dio panggilan akrab Andi Sri Juliarty memastikan varian delta yang masuk di Balikpapan menambah kuat analisa Satgas Covid-19 Kota Balikpapan bahwa tingginya kasus belakangan ini dikarenakan varian delta tersebut. Sebab virus varian delta menularkan lebih cepat dan mematikan dari sebelumnya.

“Ini sudah bukti secara ilmiah bahwa virus Delta di Balikpapan sudah ada. Secara data real di Balikpapan ini sesuai, dari data kasus harian, yang dirawat dan isolasi juga sampai 3.000 an. Ini memang berbeda sama gelombang sebelumnya, menurut kami sesuai saja dengan temuan varian delta ini,” jelasnya.

Untuk itulah langka selanjutnya harus betul-betul memperketat prokes, terutama mohon pengawasan yang bagi isolasi mandiri dan kontak erat betul- betul jangan keluar rumah supaya tidak menulari lagi yang lain, pengawasan terdekat dari tetangga RT perlu maksimal.

“Varian delta penularan cepat, maka pemkot sudah berupaya penuhi kebutuhan para isoman melalui dapur umum dan obat-obatan,” akunya.

Satgas Covid-19 Kota Balikpapan betul-betul mengimbau kepada masyarakat agar betul-betul tidak keluar rumah. Warga juga diminta untuk saling peduli mengawasi warga disekitarnya, khususnya yang sedang menjalani isoman.

“Mohon masyarakat betul-betul jangan keluar rumah supaya tidak menulari yang lain. Pengawasan terdekat dari tetangga, RT dan PPKM mikro. Kami Satgas Kota tidak bisa melihat satu persatu. Jadi mohon pengertian, pemahaman dari seluruh warga yang terkonfirmasi positif disiplin benar-benar supaya tidak menulari yang lain,” tutupnya. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.