Bank BRI Diharapkan Bisa Terus Salurkan KUR Bagi UMKM

oleh -239 views

BERITAKALTIM.CO- Pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, bahkan semakin masif penyebarannya di Kaltim membawa dampak yang serius bagi perekonomian, tak terkecuali pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Guna meringankan beban finansial UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19 tersebut, Gubernur Kaltim Isran Noor meminta lembaga perbankan, khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) bisa terus menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR).

Hal ini disampaikan Gubernur Kaltim Isran Noor, saat menerima audiensi Pimpinan Cabang BRI Samarinda 1 Triwidi Atmoko didampingi Assisten Manager Pemasaran Dana, Sonny Haryono dan RM Dana Khairunnisa di Ruang Rapat Gubernur kaltim, Selasa, (19/1/2021).

Dijelaskan Isran, untuk meningkatkan peran UMKM sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi dan penyerap tenaga kerja pada masa pandemi, maka perbankan dapat mengeluarkan kebijakan pembiayaan UMKM dengan memberikan kemudahan akses, penundaan pembayaran dan menyediakan tambahan subsidi bunga sehingga murah dan meringankan UMKM melalui pelonggaran kebijakan KUR.

“Hampir semua sektor usaha terpukul akibat Covid-19, tidak terkecuali pelaku UMKM. Peran perbankan sangat penting untuk membangkitkan usaha melalui bantuan finansial KUR,” tutur Isran.

Menanggapi hal itu, Pimpinan Cabang BRI Samarinda 1, Triwidi Atmoko mengapresiasi Pemprov Kaltim atas dukungannya dalam pelaksanaan program dan kegiatan BRI. Diakuinya, saat ini BRI terus melakukan pencairan bantuan presiden(Banpres) untuk usaha mikro guna percepatan membangkitkan laju perekonomian didaerah.

“Kaltim mendapatkan alokasi dana yang disalurkan lewat BRI sebesar Rp372 miliar kepada 155.077 orang. Kami harap Banpres membantu percepatan pemulihan ekonomi” ungkapnya.

KUR se-Kaltim yang disalurkan oleh BRI tersebut lanjutnya, pada posisi Desember 2020 sebesar Rp1,77 triliun.

“Kami telah melakukan relaksasi agar perekonomian tidak stagnasi di saat pandemi. Pelayanan tetap berjalan di seluruh unit dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” tandas Triwidi. #

Wartawan : Ahmadi