Bappeda Kaltim Siapkan Percepatan Penurunan Stunting

oleh -576 views
Rakor “Membangun dan Memperkuat Komitmen Percepatan dan Pencegahan Stunting” dibuka oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin.

BERITAKALTIM.CO-  Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Pemerintahan Bappeda Kaltim Drs. H. Hariyo Santoso dan Kepala Subbidang Kesejahteraan Bappeda Kaltim Sosial H. Adrie Asdi, SH mengikuti Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakorteknas) Percepatan Pencegahan Stunting Tahun 2020 secara virtual pada Kamis lalu (22/10/2020).

Mengangkat tema “Membangun dan Memperkuat Komitmen Percepatan dan Pencegahan Stunting”, Rakor tersebut dibuka oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin secara virtual dari kediaman resmi Wapres.

Stunting atau sering disebut kerdil adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan 30,8 persen atau sekitar 8 (delapan) juta Balita mengalami stunting. Sebanyak 228 kabupaten/kota mempunyai prevalensi stunting di atas 40 (tergolong sangat tinggi). Sementara pemerintah telah menargetkan prevalensi stunting turun 14 persen pada 2024 nanti.

Sehingga dalam rangka mempercepat pencegahan stunting. Dijelaskan bahwa Pemerintah Pusat menetapkan 3 (tiga) prioritas. Pertama, prioritas wilayah tahun 2021 menjadi 360 wilayah prioritas. Hingga 2024 akan diperluas cakupannya ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Kedua, sasaran prioritas yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0-23 bulan (rumah tangga 1.000 HPK). Ketiga, intervensi prioritas yang terdiri dari intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

Disampaikan oleh Kepala Subbidang Kesejahteraan Bappeda Kaltim Sosial H. Adrie Asdi, SH, saat ini Bappeda telah melakukan berapa upaya dalam mempercepat penurunan stunting dimasa pandemi.

Upaya- upaya tersebut diantaranya adalah program-program serta penyiapan anggaran yang memungkinkan penurunan stunting dilaksanakan.

“Kami melakukan konvergensi mengenai kegiatan untuk penanganan percepatan penurunan stunting, serta menyiapkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik terkait hal tersebut,” jelas Adrie saat diwawancarai Selasa (27/10/2020).

Dasar dari adanya upaya penurunan ini, sebut Adrie, adalah Indikator Pokok Program Prioritas Kesehatan dalam RKP 2021 dan Penguatan kegiatan percepatan penurunan stunting di K/L tahun 2021. Yang dijewantahkan dalam Penyusunan Rancangan Perpres tentang percepatan penurunan stunting.

“Kami juga selalu berkoordinasi intens dengan penguatan jejaring yang dikenal sebagai SUN Networks,” pungkas Adrie. #

Wartawan:

No More Posts Available.

No more pages to load.