Bappeda Kaltim: Tema APBD 2021 “Hilirisasi Industri”

oleh -1.455 views
HM Aswin, Kepala Bappeda Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Menjelang penyusunan rancangan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kalimantan Timur tahun 2021, sejumlah pertanyaan mengemuka apa yang menjadi tema besar pembangunan Kaltim tahun depan. Pasalnya, situasi pandemi Covid-19 yang melanda sepanjang tahun 2020 telah mengubah banyak hal termasuk penurunan pendapatan anggaran.

Kondisinya sudah tidak sama dengan situasi normal saat merancang APBD Kaltim tahun 2020. Ketika itu APBD Kaltim dipatok sekitar Rp12,29 Triliun namun kemudian setelah terjadi pandemi Covid-19 sejak bulan Maret 2020, terjadi perubahan hingga tersisa sekitar Rp10,83 Triliun. Situasi Pandemi diperkirakan masih berlangsung sampai tahun depan, namun diharapkan tinggal masuk masa pemulihan ekonomi lantaran sudah adanya vaksin virus Korona.

Berapa besaran rancangan APBD Kaltim tahun 2021, belum terjawab saat Kepala Bappeda Kaltim HM Aswin bertemu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Kaltim, Kamis 17/9/2020) lalu. Pertemuan baru membahas seputaran rencana penyusunan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2021, di mana Pemprov Kaltim memilik prioritas pembangunan yang membutuhkan kesepahaman dengan para legislator di Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda.

Kepala Bappeda Kaltim mengatakan, tema APBD Kaltim tahun 2021 adalah hilirisasi industri guna mendukung ekonomi kerakyatan dan ekonomi kawasan. Tapi di tengah perjalanannya, lantaran terjadi pandemi covid-19 yang membuat anggaran pemerintah secara nasional dan daerah terkoreksi, Pemprov Kaltim berkreasi atas tema tersebut yaitu mendukung penanganan covid-19 yang terjadi sekarang ini.

“Kita berharap tahun 2021 sudah ada vaksin virus korona, sehingga penganggaran untuk belanja terkait covid-19 sudah berkurang. Tapi sekarang tetap kita bersiap-siap. Termasuk mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sesuai mandatori undang-undang,” ujar Aswin. Mandatori undang-undang yang dimaksudkan adalah anggaran pendidikan sebesar 20 persen dan kesehatan minimal 5 persen dari APBD yang tersedia.

Tentang tema APBD Kaltim ‘Hilirisasi Industri”, Kepala Bappeda Kaltim mengatakan, supaya SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Kaltim ikut menyesuaikan program-programnya. Misalnya dalam hal pembangunan kelapa sawit, diarahkan agar hasil kelapa sawit diolah terlebih dulu menjadi B30 atau kelapa sawit diolah menjadi minyak goreng.

“Kemudian karena ini menyangkut jalan ke tempat produksi kelapa sawit misalnya, SKPD juga menyesuaikan merencanakan pembangunan infrastruktur untuk memperlancar distribusi. Jadi, itu maksudnya tema itu,” kata Aswin.

Sedangkan menyangkut prioritas Pemprov Kaltim, menurut Aswin, sesuai dengan arahan Gubernur Kaltim Isran Noor, tetap berorientasi penyelesaian banjir yang terjadi diberbagai daerah. #

Wartawan: Hardin | Charle

No More Posts Available.

No more pages to load.