Berceloteh di Grup Whatsapp, Oknum Kades Bukit Pariaman Diadukan

oleh -1.937 views
Kuasa Hukum pengadu, Abbas SH.

BERITAKALTIM.CO-  Oknum Kepala Desa Bukit Pariaman, Tenggarong Seberang diadukan ke Polres Kutai Kartanegara atas dugaan pengancaman dan pencemaran nama baik. Pengadu adalah warganya sendiri bernama Sulkhani dan Budi Sutrisno.

Aduan itu sudah sampai di Polres Kukar. Kedua pengadu yang merasa dicemarkan dan diancam oleh oknum Kades, ditemani oleh kuasa hukumnya dari Law Firm OSR dan Partner.

Menurut Kuasa Hukum pengadu, Abbas, kasus bermula dari percakapan Grup WhatsApp RT 19 Desa Bukit Pariaman. Bukti percakapan berupa screenshoot atau tangkapan layar handphone sudah diprint.

Pada percakapan yang diikuti banyak warga anggota grup whatsapp, oknum Kades mengatakan dengan menggunakan bahasa Jawa; “…Lek butoh Sulkhani kersane teng kantor, Amplop saya siapkan..”

Artinya secara bebas; kalau butuh, sulkhani silakan pergi ke kantor, amplop saya siapkan.

“Oleh karena itu, klien kami merasa direndahkan kehormatan pribadi dan keluarganya,” ungkap Abbas.

Sementara itu warga lainnya, Budi Sutrisno, mendapat ancaman berupa ajakan perang terbuka dari oknum kades tersebut.

“Ini dua kasus yang berbeda dari masing-masing klien kami. Oleh karena itu kita laporkan secara resmi ke penegak hukum, dalam hal ini ke Polres Kukar,” urai Abbas saat ditemui beritakaltim, Senin (10/5/2021).

Atas dua peristiwa dengan pelaku yang sama, yaitu oknum Kades, keduanya sepakat menyerahkan kasus tersebut kepada polisi. Pengaduan dilakukan untuk mencegah adanya tindakan main hakim sendiri.

“Pertama kita berpendapat bahwa oknum kades tersebut telah merendahkan martabat klien kami, sementara yang kedua mengajak salah satu klien kami perang terbuka. Ini perbuatan dinilai sudah melanggar hukum dan norma-norma yang ada,” ucap Abbas.

Dalam perkara tersebut kuasa hukum pelapor mengadukan oknum kades dengan pasal 27 ayat 3 UU ITE dan UU nomor 16 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. #

Wartawan: Heriman