BUMDes Loa Kulu Kota, Dari Jualan Beras Lokal Hingga Jasa Angkutan

oleh -161 Dilihat
Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah saat mengunjungi BUMDes Harapan Kita di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu. Foto: screenshoot loakulukota.desa.id

BERITAKALTIM.CO- Kreatif. Itulah kunci pengembangan BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa di mana pun keberadaannya. Di Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, juga ada BUMDes yang sudah diupayakan terus berkembang.

Nama BUMDes di Desa Loa Kulu Kota “Harapan Kita”. Tanggal 15 Maret 2022 lalu, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah datang melihat langsung dinamka bisnis yang dilakukan badan usaha penghasil PAD (Pendapatan Asli Daerah) itu.

Salah satu yang menarik perhatian Bupati Edi Damansyah adalah usaha BUMDes Harapan Kita dalam bisnis beras merek Catur. Ini adalah beras lokal yang didorong oleh Pemkab Kukar mampu menyaingi ‘serbuan’ beras dari daerah-daerah lain.

BUMDes Harapan Kita membeli beras yang diproduksi petani. Kemudian mereka mengemasnya dalam plastik dan memasarkannya. Terlihat tulisan Beras Mekar Jaya dan kemudian ada gambar Raja catur.

Kutai Kartanegara dengan konsep IDAMAN, yakni inovasi, berdaya saing dan mandiri, berusaha keras menjadikan daerah-daerah pertanian menghasilan produksi ketahanan pangan. Diantaranya juga di Desa Loa Kulu Kota.

“BUMDes loa kulu kota ini sudah menghasilkan PAD. Sudah kita laporkan juga. Alhamdulilah,” kata Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rizali kepada wartawan Beritakaltim.co yang menemuinya.

Namun dia tidak merinci angka-angka keberhasilan usaha BUMDes itu lantaran tidak tahu persis angka detilnya. Usaha BUMDes ditangani tersendiri oleh pengelolanya di bawah pengawasan pemerintahan desa.

Menurut Kades Mohamad Rizali, modal awal BUMdes Harapan Kita di desanya hanya Rp50 juta. Anggaran itu berasal dari APBDes Loa Kulu Kota sebagai bentuk penyertaan modal dari pemerintahan desa.

“Ini sudah tiga tahun tidak ada penyertaan modal baru. Kenapa? Ya karena saat ada rencana penambahan modal baru, terjadi pandemi covid-19. Anggaran desa tersedot banyak untuk penanggulangan covid dan pemberdayaan warga terdampak covid,” kata Kades.

Walaupun tidak ada penambahan modal baru, tapi BUMdes masih bisa dikembangkan. Selain bergerak dalam bisnis beras merek Catur, di masa pandemi ada juga mengembangkan kegiatan usaha seperti pengangkutan sampah, pelayanan jasa angkut barang dan BRI Link.

“Ya, kami optimistis. Setelah pandemi ini BUMDes akan bergerak lebih maju,” tuturnya. #

Wartawan: Hardin | ADV | Kominfo Kukar

No More Posts Available.

No more pages to load.