BUMDes Payang Sejahtera dari Ujung Desa Kukar ke Level Nasional

oleh -134 Dilihat
Memanfaatkan limbah TBS (Tandan Buah Segar) BUMDes Payang Sejahtera mengolahnya menjadi kompos dan menjadikannya sebagai salah satu usaha, Foto: kukarpaper.com

BERITAKALTIM.CO- Ngomongin soal BUMDes alias Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Kutai Kartanegara, rasanya tak lengkap jika tak menyinggung BUMDes Payang Sejahtera. Sekedar informasi; inilah salah satu BUMDes termaju di kabupaten itu.

BUMDes Payang Sejahtera adalah usaha dari Pemerintahan Desa Sungai Payang, yang masuk administrasi Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Letak desanya, cukup jauh dari Tenggarong yang menjadi ibu kota kabupaten Kutai Kartanegara. Sekitar dua jam perjalanan darat.

Lebih tepatnya, Desa Sungai Payang berada dekat perbatasan arah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kawasan desa itu malah disebut-sebut sebagai Ring 1 ibu kota Nusantara yang tengah dimulai pembangunannya oleh pemerintahan Joko Widodo.

Pada tahun 2021 lalu, BUMDes Payang Sejahtera membukukan omzet sebesar Rp14 miliar. Sedangkan setahun sebelumnya, tahun 2020, omzet usaha mereka sebesar Rp7,8 miliar.

Karena keberhasilan itu, sampai-sampai membuat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, terkagum-kagum. Dia bahkan mendatangi langsung untuk melihat dinamika yang terjadi dalam usaha desa tersebut.

“Cuma levelnya saja di desa. Kita akan terus berupaya agar BUMDes menjadi pemicu ekonomi desa,” kata Menteri Abdul Halim Iskandar, ketika itu.

Apa sih usaha BUMDes Payang Sejahtera?

Pengelola BUMDes sangat agresif mengejar cuan lantaran usaha-usahanya seperti unit usaha jasa pengangkutan Tandan Buah Sawit (TBS), jasa pengangkutan CPO, usaha catering karyawan dan berbagai usaha lainnya.

Menurut Kepala Desa Sungai Payang, Rusdin, dalam sebuah berita di media online, sejarah awal bergeraknya BUMDes memerlukan upaya untuk meyakinkan semua pihak dulu. Setelah dia terpilih menjadi Kades, yang dilakukannya adalah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

Dari sana dia berusaha meyakinkan semua pihak bahwa BUMDes adalah peluang besar untuk memperoleh PADes (Pendapatan Asli Desa). Kemudian atas persetujuan bersama dia mengalokasikan Rp300 juta sebagai penyertaan modal BUMDes tahun 2016. Kemudian tahun 2017 ditambah lagi Rp300 juta.

“Pada tahun 2017 itu saja sudah terbukti BUMDes menghasilkan keuntungan Rp150 juta,” cerita Rusdin yang juga termuat dalam podcast media tersebut.

Saat ini, BUMDes Sungai Payang sudah memperkerjakan 156 orang. Jika ditotal dengan pengurus BUMDes, ada 230 orang. #

Wartawan: Hardin |ADV | Kominfo Kukar

No More Posts Available.

No more pages to load.