Buntut Prof Teja Dipenjara, Mahasiswa Kejar Kejati Usut Tersangka lainnya

oleh -1.041 views
Suasana FAM, saat mekakukan unjuk rasa didepan kantor Kejati Kaltim, Samarinda Seberang. 22/4/2021.

BERITAKALTIM.CO- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiwa (FAM) melakukan aksi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang. Demo terkait kasus korupsi dana bantuan sosial (Bansos) senilai Rp18 Milyar yang diterima oleh sejumlah yayasan di Kabupaten Kutai Barat.

Dalam aksinya, FAM menyebut sudah ada terpidana dalam kasus tersebut yakni Prof Dr Thomas Susadya Sutedjawidjaya atau yang yang akrab dengan panggilan Prof Teja. Dia terbukti melakukan korupsi dan telah dihukum 6,6 tahun penjara.

Prof Teja juga diketahui telah mengembalikan dana hibah tersebut kepada pemerintah senilai Rp12 Milyar, berupa uang tunai serta lewat penggantian berupa aset tanah dan beberapa aset yang menyertai, sehingga total dari pengembalian Prof Teja berkisar Rp14 Milyar dari total Rp18 Milyar.

Koordinator aksi, Kasdin, mengatakan dengan adanya fakta persidangan, pihaknya mendesak agar kejaksaan dapat menelusuri aliran Rp4 Milyar lagi dari total kerugian negara dan hingga saat ini masih belim diketahui rimbanya.

“Atas dasar data dan fakta persidangan seharusnya kejati kaltim tidak hanya setop sampai di Prof Tejo saja. Kejati harus melakukan pengembangan kasus ini terkait kemana saja sisa uang hibah itu,” urai Kasdin, Kamis (22/4/2021).

Dengan adanya fakta persidangan serta pengakuan jujur pelakunya yang menyebutkan ada beberapa oknum pejabat diduga telah menikmati dana hibah tersebut, menurut pendemo, semestinya mereka di kejar aparat hukum.

“Kami mendesak agar Kejati kaltim tidak takut dalam melakukan pengembangan kasus ini. Kami akan desak terus karena sudah jelas korupsi tidak mungkin dilakukan oleh satu orang,” tegas pria yang akrab disapa Dian Wahau tersebut.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi KalimantanTimur, Deden Riki Hayatul Firman melalui Kasi C Bidang Intelijen Kejati Kaltim, Erwin mengatakan, pihaknya akan segera memanggil dua oknum staf mantan anggota DPRD Kaltim yang terlibat.

“Terima kasih kepada teman teman FAM yang telah memberikan informasi terkait kasus ini, kami akan laporkan hal ini kepada Pimpinan dan segera mungkin akan kami lakukan pemanggilan terhadap kedua oknum staf dewan tersebut tentunya dengan menunggu arahan pimpinan selanjutnya,” jelas Erwin yang didampingi Kasi E Bidang Intelijen Kejati Kaltim Arifin.

Adapun beberapa poin tuntutan FAM Kaltim antara lain; Meminta Kejati Kaltim segera bertindak sesuai arahan Kejagung RI untuk dapat menuntaskan pengusutan kasus korupsi dana bantuan sosial senilai Rp18 Milyar, meminta Kejati Kaltim memanggil, memeriksa dan menetapkan status tersangka kepada 3 orang oknum anggota DPRD Kaltim periode 2014-2019 yang diduga menikmati aliran dana tersebut, meminta Kejati Kaltim memanggil dan memeriksa staf DPRD Kaltim yang berinisial Y dan B yang diduga sebagai orang suruhan oknum anggota DPRD Kaltim.

Untuk diketahui bahwa kasus dana hibah senilai Rp18 Milyar yang diterima oleh 3 yayasan di Kutai Barat telah masuk ke ranah hukum dan pengadilan telah menetapkan Prof Teja sebagai terpidana dengan kurungan 6,6 tahun penjara. Anggaran dana hibah tersebut menggunakan APBD Kaltim tahun 2013. #

Wartawan: Heriman

No More Posts Available.

No more pages to load.