Bupati PPU Bawa Uang Rp1 Miliar di Mal Plaza Senayan

oleh -211 views
Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud bersama 5 tersangka lain dihadirkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ke publik.

BERITAKALTIM.CO- Akhirnya Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud tampil di muka publik mengenakan seragam oranye yang disiapkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) kepada setiap tersangka. Bersama 5 orang lainnya, KPK menggelar jumpa pers sekitar pukul 22.30 Wib, Kamis (13/1/2022).

Acara jumpa pers dibuka oleh Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Hadir Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Deputi Penindakan Karyoto yang diliput sejumlah wartawan. KPK menghadirkan 6 tersangka dan juga barang bukti uang tunai hasil tangkapan KPK sebanyak Rp1,44 Miliar.

Enam tersangka yang semuanya mengenakan rompi oranye adalah Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud, Plt Sekda Kabupaten PPU Mulyadi. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang PPU Utara Edi Hasmoro. Kemudian, Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU Jusman serta Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis. Selain itu, KPK juga menetapkan satu pihak swasta sebagai pemberi suap yaitu Achmad Zuhdi alias Yudi.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan, penangkapan terhadap Abdul Gafur berawal dari informasi masyarakat soal dugaan adanya penerimaan uang oleh penyelenggara negara terkait proyek dan izin usaha di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kemudian, lembaga antirasuah itu bergerak ke sejumlah lokasi di Jakarta dan Kalimantan Timur. Menurut Alex, penyerahan uang tersebut diduga berlangsung di sebuah cafe Pelabuhan di Balikpapan.

Uang dari para kontraktor itu diterima Nis Puhadi alias Ipuh selaku orang kepercayaan Abdul Gafur.

“Adapun uang dalam bentuk tunai yang terkumpul sejumlah sekitar Rp 950 juta, selanjutnya setelah uang terkumpul, NP (Nis Puhadi) kemudian melaporkan kepada AGM (Abdul Gafur Mas’ud) bahwa uang siap untuk diserahkan kepada AGM,” ujar Alex dalam konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (13/1/2022) malam.

Abdul Gafur kemudian meminta Nis Puhadi membawa uang tersebut ke Jakarta. Saat tiba di Jakarta, Nis Puhadi dijemput Rizky yang juga merupakan orang kepercayan Bupati. Kemudian keduanya bersama-sama ke rumah AGM di Jakarta Barat. Singkat cerita, AGM bersama Ipuh dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis akan pergi ke sebuah acara di Jakarta.

Setelah itu, mereka pergi ke mal Plaza Senayan di Jakarta Selatan dengan membawa uang Rp 950 juta. Saat itu, AGM meminta Nur untuk menambahkan uang Rp50 juta dari rekeningnya. Uang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam koper.

Tim KPK pun bergerak untuk menangkap ketiganya ketika keluar dari mal. “Tim KPK seketika itu langsung mengamankan uang tunai sejumlah Rp 1 miliar,” ucap Alex. Selain itu, KPK turut menemukan uang di rekening bank milik Nur senilai Rp 447 juta. Uang itu diduga milik AGM yang berasal dari para rekanan.

“Selanjutnya seluruh pihak yang diamankan beserta barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 1 Miliar dan rekening bank dengan saldo Rp 447 juta serta sejumlah barang belanjaan dibawa ke gedung Merah Putih,” tutur Alex.

Uang Rp 447 juta yang di dalam rekening itu ada di rekening Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis (NAB). Uang itu diduga KPK juga berasal dari rekanan proyek di PPU.

Dalam acara jumpa pers di gedung KPK itu berkembang sejumlah dugaan lain. Terutama terkait uang Rp1 Miliar dibawa-bawa ke mal Plaza Senayan. Wartawan mempertanyakan apakah uang itu akan disetorkan kepada Partai Demokrat, mengingat adanya oknum Partai Demokrat yang ikut ditangkap dalam operasi tangkap tangan itu. Juga lantaran apakah ada kaitan, uang tersebut akan disetorkan ke pengurus pusat Partai Demokrat terkait pencalonan Abdul Gafur Mas’ud sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim.

Seperti diketahui, AGM beberapa waktu lalu masuk kandidat Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim. Dia bersaing dengan Irwan Fecho yang kini anggota DPR RI dari partai berlambang Mercy itu. Meski AGM sudah mengklaim menang berdasarkan suara dari DPC-DPC untuknya, tapi pengurus pusat menarik acara Musda ke pusat dan diselesaikan dalam internal organisasi tersebut. #

Wartawan: Charle

No More Posts Available.

No more pages to load.