Dapat 10 Persen Blok Mahakam, Pemprov Justru Bungkam

oleh -1.224 views

Blok-Mahakam3SAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Perjuangan masyarakat Kaltim selama ini untuk mendapatkan haknya atas pengelolaan Blok Mahakam akhirnya terkabulkan. Pemerintah Pusat, Minggu (8/3) kemarin secara resmi menetapkan Kaltim mendapatkan pengelolaan saham 10 persen dari Blok yang kaya akan kandungan minyak dan gas tersebut usai menetapkan PT Pertamina sebagai pengelola utamanya.

Namun kabar gembira itu rupanya masih belum disambut baik oleh Pemprov Kaltim. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ketika disambangi ke kediamannya di Lamin Etam, masih enggan memberikan komentarnya. Melalui ajudannya dia berpesan, akan memberikan komentar, Senin (9/3) hari ini. “Bapak bilang, komentarnya besok saja (kemarin, red),” kata ajudan itu.

Pun ketika dikonfirmasikan ke Asisten II Setprov Kaltim MUhammad Sya’bani, mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Balikpapan ini mengaku tak bisa memberikan komentar apapun, semua komentar terpusat ke Gubernur maupun Wakil Gubernur (wagub). “Kami sudah bersepakat, untuk komentar Blok Mahakam, pak Gubernur atau Pak Wagub yang kasih komentar, kami tidak boleh mas,” kata Sya’bani.

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah PT Mandiri Migas Pratama (Perusda MMP) Hazairin Adha, yang membidangi khusus permigasan, ikut-ikutan tak ingin memberikan komentarnya. “Kami sudah pernah menggelar rapat hal itu dipimpin Pak Wagub. Hasilnya silahkan tanyakan langsung ke Pak Wagub,” ujar Hazairin ketika dihubungi via telepon selularnya.

Untuk diketahui, perjuangan Kaltim mendapatkan pengelolaan saham Blok Mahakam memang sudah lama diperjuangkan. Bahkan semenjak 2012 silam. Kaltim berpendapat, sebagai daerah penghasil, tidak pernah mendapatkan imbas apapun dari Blok yang saat ini masih dikelola Total E&P Indonesie (TEPI) dan Inpex Corporaion tersebut.

Kontrak TEPI sendiri akan berakhir 2017 mendatang, dan selanjutnya akan dilanjutkan oleh PT Pertamina sesuai ketetapan Pemerintah Indonesia. (mkd)

No More Posts Available.

No more pages to load.