Deteksi Virus Covid-19, Indonesia Punya GeNose

oleh -233 views
Para ahli Universitas Gajah Mada Yogyakarta menciptakan alat deteksi virus Korona yang diberi nama GeNose.

BERITAKALTIM.CO- Indonesia kini punya GeNose. Ini adalah alat pendeteksi virus Korona buatan para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sudah mendapat mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan pada 24 Desember 2020 lalu.

Ketua Tim Pengembang GeNose Kuwat Triyatna mengatakan, setelah ada izin edar tim akan melakukan penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN untuk didistribusikan.

Berbeda dengan alat deteksi Covid-19 lainnya, GeNose menggunakan embusan napas untuk penentuan infeksi Covid-19 atau tidak. Hasil pemeriksaan alat yang menggunakan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) itu diklaim bisa selesai dalam waktu sekitar 80 detik.

Saat dilakukan pengimplementasian GeNose di Stasiun Senen, Jakarta, Sabtu (23/1/2021), Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan hadir. Dengan bersemangat dia meminta tarif layanan pengecekan Covid-19 dengan alat GeNose di bawah Rp 20.000.

“Jadi kita berharap tarif ini bisa di bawah Rp 20.000. Karena makin banyak digunakan. Pesawat terbang juga akan kita segera lakukan,” ujar Mantan Menkopolhukam itu.

Selain itu, Luhut juga meminta plastik yang digunakan untuk menampung embusan nafas pasien menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

“Tadi saya minta diganti plastiknya, greenable plastic, itu yang dipakai dari singkong, sehingga lingkungan kita benar-benar bersih,” kata dia.

Luhut pun berharap alat yang dikembangkan oleh tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) ini bisa digunakan di seluruh area publik. Harapannya pendeteksian penyebaran Covid-19 akan bisa semakin masif.

“Nanti di airport kita pakai, pelabuhan, di kereta api kita pakai, nanti di RT/RW, hotel, supermarket dimana kita kasih, hanya Rp 62 juta. Jadi saya kira cost-nya akan turun dan pemakaian satu orang itu bisa sampai Rp 20.000,” ungkap Luhut.

Cara kerja GeNose melalui embusan nafas, menurut Kuwat Triyatna, lantaran pola embusan napas seorang yang terinfeksi Covid-19 akan berbeda dengan pola embusan napas orang sehat.

Kuwat menyebut, virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh seseorang akan menghasilkan volatile organic compounds atau senyawa organik mudah menguap yang khas. Senyawa organik mudah menguap itu juga terdapat dalam embusan napas seseorang.

Alat tersebut mampu melakukan sekitar 120 kali pemeriksaan per hari, dengan estimasi per pemeriksaan 3 menit selama 6 jam. Selain itu tingkat akurasi GeNose mencapai 97 persen dengan menggunakan 600 sampel data valid.

Hasil tes juga lebih cepat didapatkan, hanya dalam waktu sekitar 2 menit GeNose bisa mendeteksi apakah seseorang positif atau negatif Covid-19. Pengambilan sampel tes berupa embusan napas juga dinilai lebih nyaman, ketimbang menggunakan metode usap atau swab.

Biaya tes dengan GeNose jauh lebih murah dibandingkan tes lainnya. Kuwat mengatakan, harganya sekitar Rp 15.000-Rp 25.000. Sementara itu satu unit GeNose diperkirakan dijual sekitar Rp 40 juta. #

Wartawan: le