Dewan Dukung Penuh Program Dinas Pangan Peternakan dan Perikanan

oleh -124 views
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Mieke Henny, saat penyerahan secara simbolis BUDE kepada Camat Balikpapan Barat saat Launching Kampung Pagar Mantep, Minggu (18/10/2020).

BERITAKALTIM.CO- Wakil Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Mieke Henny, menyambut baik program yang telah dilaunching oleh mitranya, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) dengan nama “Kampung Pagar Mantep”.

” Komisi II sangat mendukung penuh program Dinas pangan pertanian dan perikanan,” ucapnya seusai launching Kampung Pagar Mantab, Minggu (18/10/2020).

Mieke punya harapan program itu bisa dilanjutkan ke semua RT bahkan warga. Karena manfaat dari program tersebut di mana kebutuhan pangan untuk warga Kota Balikpapan bisa terpenuhi, apalagi disaat pandemi covid-19 di mana situasi ekonomi sedang mengalami kemerosotan.

Selama ini diketahui, Balikpapan adalah kota jasa dan industri. Dimana untuk memenuhi kebutuhan pangan harus disuplai dari daerah-daerah pemasok seperti Makassar dan Surabaya.

Mieke juga mengapresiasikan program ini karena tujuan utamanya memanfaatkan lahan kosong, lahan hidup yang menghasilkan untuk warganya sebagai ketahanan pangan seperti di RT 44 ini, karena program ini bersentuhan langsung dengan masyarakat dan hasilnya dinikmati oleh masyarakat.

“Tujuan utamanya memanfaatkan lahan kosong dan lahan hidup dan juga menghasilkan, hasilnya nantinya juga dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas P3 Kota BalikpapanHeria Prisni mengatakan, program ini bisa menjadi solusi yang tepat karena pertanian di perkotaan menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan yang tak memerlukan lahan yang luas. Program itu bisa mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, semisal tanaman non permanen yang bisa tumbuh di pekarangan seperti lombok dan tomat.

“Program Ini menjadi pilot project bagi RT atau kelurahan lainnya, bahwa ada pekarangan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” urainya.

Sebelumnya, DP3 sudah memiliki program budidaya ikan lele di dalam ember yang telah disiapkan dan diprogram telah memasuki tahap akhir. Ada 660 ember untuk menampung bibit ikan lele. Setiap embernya akan diisi sekitar 50 bibit lele.

Heria menyebut hari ini juga mendistribusikan ember dan bibit lele itu kepada masyarakat terdampak.

“Ini Anggarannya dari pembiayaan penanganan COVID-19 sekitar Rp 200 juta,” ungkapnya. #

Wartawan: Thina