Disuntik Rp50 Miliar, Ini yang Dilakukan Jamkrida

oleh -234 views
Direktur Utama PT Jamkrida, Agus Sohir

BERITAKALTIM.CO-  Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan penjaminan kredit terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), PT Jamkrida dibantu oleh pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Hal tersebut diutarakan langsung oleh Direktur Utama PT Jamkrida, Agus Sohir, saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Kaltim di lantai 3 ruangan komisi II gedung D, Senin, 7/9/2020.

Walaupun mendapatkan suntikan dana senilai Rp50 Miliar, Agus Sohir mengatakan hingga saat ini anggaran tersebut belum masuk ke rekening perusahaan.

“Saya belum tau angka itu kecuali sudah masuk ke rekening baru saya bisa mengatakan, makanya masih rapat ini kan. Dengan adanya tambahan modal ini, saya sampaikan bahwa kapasitas penjaminan kita akan bertambah kemudian tentu pelaku UMKM yang akan berkerjasama dengan Jamkrida semakin banyak, dan itu harapan kami,” urai Agus Sohir.

Dengan adanya penambahan modal Rp50 Miliar diharapkan Jamkrida dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Sebetulnya Jamkrida ini lebih pada social oriented ya. Bagaimana kita banyak-banyak membantu pelaku UMKM, namun kita sebagai BUMD juga tidak ingin tidak ada kontribusi pada PAD, besarnya tergantung hasil usaha kita, tergantung dari pelaku UMKM. Semakin kecil risiko, maka semakin besar profitnya, namun semakin besar risikonya maka semakin kecil profitnya,” jelas Agus.

Untuk triwulan pertama, PT Jamkrida memiliki profit sekitar Rp100 juta, sebab kondisi Covid 19 belum usai.

“Kalau untuk tahun 2019, alhamdulillah PT Jamkrida menyumbang sekitar Rp1,2 Milyar tapi sebelumnya tahun 2018 PT Jamkrida pernah rugi. Kalau triwulan pertama tahun 2020 kita masih profit tapi angkanya mungkin masih Rp 100 jutaan lebih,” pungkasnya.

Sementara Ketua Komisi II, Veridiana Huraq Wang mengatakan dalam rapat tersebut pihaknya telah mendapatkan dokumen terkait Peraturan Daerah yang memuat aturan penyertaan modal ke BUMD.

“Bahwa dalam melakukan penyertaan modal itukan harus dilakukan dulu konsolidasi dan koordinasi, bahkan itu dilakukan sebelum RUPS. Nah, baru hari ini pada rapat, kita berhasil dapat dokumen itu. Jadi dokumen kita sudah dapatkan tadi, tinggal kami melaporkan ke pimpinan terkait usulan terhadap penyertaan modal,” urai Veridiana.

Untuk penggunaan anggaran tambahan penyertaan modal tersebut, baik Bank Kaltimtara maupun Jamkrida menyampaikan secara umum, namun untuk rinciannya secara detail kedua BUMD tersebut menguraikan kepada Pemprov.

“Disampaikan secara garis besarnya ada. Kalau untuk Bankaltimtara itu ada empat yang mereka sampaikan. Kalau untuk Jamkrida kurang lebih ada tiga prioritas yang mereka sampaikan,” beber politisi PDIP tersebut.

Namun demikian dalam penyertaan modal pada Bankaltimtara senilai Rp100 Milyar tersebut juga digunakan untuk memback up resiko kredit macet.

“Tidak disampaikan untuk masalah kredit macet, tetapi untuk memback-up kemungkinan adanya kredit macet itu ada, untuk memback-Up,” tutup Veridiana Huraq Wang. #

Wartawan: Heriman