Diusulkan Pecat Oleh Fadel Muhammad, Sri Mulyani Beberkan Alasan Potong Anggaran MPR

oleh -306 views
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Ist

BERITAKALTIM.CO- Menteri Keuangan Sri Mulyadi Indrawati memberikan alasan mengapa dia tidak hadir memenuhi undangan rapat pimpinan MPR untuk membahas anggaran MPR. Dia mengakui dua kali tidak bisa hadir karena jadwalnya berbenturan dengan rapat yang juga penting.

Dua rapat yang tidak bisa ditinggalkan itu, menurut Sri Mulyani dalam akun facebook atas namanya, karena dalam waktu bersamaan ada rapat internal Presiden. Kemudian rencana rapat kedua kali yang telah disepakati juga berbarengan dengan rapat Banggar DPR membahas APBN 2022.

“Sehubungan dengan pernyataan pimpinan MPR mengenai ketidakhadiran Menkeu dalam undangan rapat dengan pimpinan MPR membahas anggaran MPR dapat dijelaskan sebagai berikut; Undangan dua kali 27 Juli 2021 bersamaan dengan rapat internal Presiden yang harus dihadiri sehingga kehadiran di MPR diwakilkan Wamen. Tanggal 28 September 2021 bersamaan dengan rapat Banggar DPR membahas APBN 2022 dimana kehadiran Menkeu wajib dan sangat penting. Rapat dengan MPR diputuskan ditunda,” ujar Sri Mulyani.

Ketua MPR Bambang Susatyo dan Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad membuat pernyataan kegeraman mereka kepada Sri Mulyani karena tidak hadir dalam rapat-rapat yang telah disepakati membahas anggaran MPR. Bahkan, saking geramnya, Fadel Muhammad meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mencopot Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

Salah satu poin munculnya kekecewaan Fadel Muhammad karena anggaran MPR dipotong oleh Sri Mulyani. Pemotongan anggaran itu dinilai tidak adil oleh Fadel, terlebih jumlah pimpinan MPR sudah mengalami perubahan dari empat menjadi 10 orang di periode ini.

“Kami di MPR ini kan pimpinannya 10 orang, dulu cuma empat orang, kemudian 10 orang. Anggaran di MPR ini malah turun, turun terus,” ucap Fadel.

Menjawab soal anggaran MPR dipotong, Sri Mulyani mengakui hal itu. Dia menjelaskan soal itu lantaran fokus anggaran untuk menangani pandemi Covid-19.

“Mengenai anggaran MPR. Seperti diketahui tahun 2021 Indonesia menghadapi lonjakan Covid-19 akibat varian Delta. Seluruh anggaran KL harus dilakukan refocusing 4 kali, tujuannya adalah untuk : membantu penangan Covid-19 (klaim pasien yang melonjak sangat tinggi, akselerasi vaksinasi, pelaksanaan PPKM di berbagai daerah,” kata Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, anggaran juga difokuskan membantu rakyat miskin dengan meningkatkan bansos, membantu subsidi upah para pekerja dan membantu UMKM akibat mereka tidak dapat bekerja dengan penerapan PPKM level 4.

“Anggaran untuk pimpinan MPR dan kegiatan tetap didukung sesuai mekanisme APBN. Menkeu menghormati fungsi dan tugas semua Lembaga Tinggi Negara yang diatur dan ditetapkan peraturan perundang-undangan,” kata Sri Mulyani.

Di bagian akhir penjelasannya, Sri Mulyani mengatakan bahwa Kemenkeu dan Menkeu terus bekerjasama dengan seluruh pihak dalam menangani Dampak Pandemi Covid-19 yang luar biasa bagi masyarakat dan perekonomian. #

Wartawan: Charle

No More Posts Available.

No more pages to load.