DPOP Meminta Dukungan Dewan, Kawal Pembangunan Gedung Bulutangkis

oleh -95 views
Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan, Muhammad Norhan.

BERITAKALTIM.CO- Cukup banyak atlet bulutangkis Balikpapan yang mendulang prestasi baik tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan beberapa atlet pernah memperkuat Kalimantan Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON).

Sangat disayangkan sampai saat ini Kota Balikpapan belum memiliki fasilitas lapangan bulutangkis milik pemerintah kota untuk latihan atau pertandingan resmi yang berstandar nasional. Yang ada hanya lapangan milik swasta. Itu pun tidak banyak jumlahnya.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DPOP) Kota Balikpapan, Muhammad Norhan membenarkan bahwa untuk  pembangunan arena olahraga khususnya bulu tangkis. Sudah ada Detail Enginering Design (DED) yang telah tercatat pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan yang rencananya akan di belakang Gedung Kesenian Balikpapan.

Norhan meminta dukungan kepada anggota dewan Balikpapan untuk dapat mendukung dalam hal anggaran untuk  pembangunan gedung arena olahraga khususnya bulu tangkis.

“Tetapi harus didukung anggaran dari Kemenpora, Pemerintah Provinsi dan APBD Balikpapan,” ujar Norhan saat menghadiri muskot PBSI Minggu kemarin (21/11/2021).

Hal tersebut dilakukan agar ada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana dan prasaranabisa tercapai. Akan tetapi, sarana dan prasarana yang kompleks tidak hanya bulutangkis saja tetapi cabang olahraga yang tidak mempunyai fasilitas olahraga seperti hoki, hand ball, kriket. Walaupun tak punya arena olahraga tapi atlet Balikpapan ini bisa mencapai tingkat nasional maupun internasional.

“Inilah PR kami di DPOP.  Saya berharap dapat didukung dengan Dewan agar dapat bersinergi memajukan olahraga,” ungkapnya.

Dia pun berharap, kedepan Kota Balikpapan mempunyai pusat pelatihan pelajar  khususnya di Kota Balikpapan yang belum ada. Jadi anak didik sejak usia dini dapat melakukan kompetisi, apalagi Kota Balikpapan kurang adanya kompetisi.

“Kami studi banding ke Jawa rata-rata hampir satu bulan kompetisi berjalan, dia tidak mengejar hadiah tapi pengalaman. Bertanding ini sangat penting, tolak ukur yang untuk mengukur prestasi dengan kompetisi. Itu yang menjadi PR bersama-sama, supaya Balikpapan dapat meraih prestasi sampai kanca internasional,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qodri membenarkan perihal tidak adanya lapangan bulutangkis yang dimiliki oleh Pemkot Balikpapan meski DED terkait pembangunan lapangan sudah ada.

Saat ini, lanjut Alwi, pihaknya akan melanjutkan hasil kajian pembangunan lapangan bulu tangkis berstandar nasional. Rencana tersebut sempat tertunda selama dua tahun terakhir akibat pemindahan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19. Termasuk adanya pengurangan dana transfer pusat ke daerah yang mempengaruhi besaran APBD.

“Kita sudah ada DED sejak beberapa tahun lalu. Tinggal pembahasan anggarannya lalu eksekusi di lapangan. Kami akan upayakan itu agar terealisasi. Karena ini perlu sekali. Agar terus muncul atlet-atlet muda bulu tangkis dari Balikpapan,” ucapnya ketika ditemui awak media.

Menurut Alwi, pihaknya akan mengupayakan anggaran pembangunan gedung bulu tangkis pada tahun 2023. Sebab APBD tahun 2022 sudah mendekati jadwal pengesahan. Adapun untuk APBD perubahan 2022 dananya tidak sebesar yang ada dalam anggaran murni.

“Akan kami kawal di anggaran tahun 2023. Kalau sekarang sudah tidak mungkin kan sudah dekat pengesahan. Berharap di anggaran perubahan juga nilai nominalnya kecil. Semoga bisa terealisasi apa yang kita rencanakan ini,” ucapnya. #

Wartawan: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.