DPRD Pertanyakan Payung Hukum Penambahan Anggaran RS Sayang Ibu

oleh -13 Dilihat
Wakil Ketua Komisi IV Ardiansyah. Foto :Thina/Beritakaltim.co

BERITAKALTIM.CO- Rapat Dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD kota Balikpapan bersama Dinas Kesehatan kota (DKK) Balikpapan membahas usulan DKK dalam surat bernomor 9130316 terkait penambahan pagu anggaran pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat.

RDP dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Ardiansyah yang juga dihadiri Kepala DKK dr. Andi Sri Juliarty didamping Direktur Rumah sakit Sayang Ibu di ruang kerja Komisi IV DPRD kota Balikpapan, Kamis (19/5/2022).

Persetujuan awal anggaran yang dialokasikan untuk proyek yang akan dibangun menggunakan skema tahun jamak sebesar Rp148 miliar. Kemudian, berdasarkan hasil uji kelayakan, anggaran yang dialokasikan bertambah menjadi Rp162 miliar. Terbaru, DKK Balikpapan melalui Pj Sekretaris Daerah Balikpapan Muhaimin, mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp29 miliar. Sehingga total menjadi Rp191 miliar.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Ardiansyah membenarkan bahwa adanya penambahan anggaran untuk pembangunan Rumah sakit Sayang Ibu Balikpapan Barat.

“Kami menekankan, adanya penambahan anggaran ditengah perjalanan ini apakah ada payung hukumnya dan dibenarkan. Jangan sampai nanti adanya penambahan ini bermasalah dikemudian hari,” ucapnya seusai RDP bersama DKK di ruang komisi IV.

Dari pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk mengclearkan lahan terlebih dahulu karena masih ada warga yang tidak mau berpindah meskipun lahan tersebut aset pemerintah. “Tolong diclearkan dulu permasalahan lahan dengan warga yang tidak mau berpindah meskipun anggaran santunan perggantian lahan telah dipersiapkan oleh Pemerintah kota Balikpapan,” jelasnya kepada awak media.

Untuk permasalahan reklamasi, Ardiansyah mengatakan pihak DKK telah konsultasi kepada kementrian kelautan maka pengurusan perijinannya hanya ke tingkat Provinsi saja karena anggaran berasal dari pemerintah kota.

Dari rapat ini Komisi IV mengusulkan agar penambahan anggaran ini dilakukan diperubahan atau anggaran murni 2023 tetapi jika diperubahan juga tidak memungkinkan karena penggurusan Amdal Lalin belum selesai.

“Intinya kita sepakat jika lahan clear, aturan dan perijinannya clear, monggo jalan kita mendukung,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr.Andi Sri Juliarty menyampaikan proses pembangunan rumah sakit sayang ibu di Kecamatan Balikpapan Barat ini, masih dalam proses penyusunan Amdal dengan alokasi anggaran mencapai Rp 191 miliar yang dilaksanakan secara multiyears.

“Pengurusan amdalnya menjadi lebih luas karena memang di depannya adalah Jalan Letjen Suprapto, dan juga Teluk Balikpapan. Telah kita konsultasikan ke Kementerian Kelautan terkait lalu lintas laut . Dan hasil konsultasi di Kementerian Kelautan karena ini menggunakan APBD Kota Balikpapan, hanya sampai ke Dinas Kelautan Provinsi Kalimantan Timur,” ucapnya.

Terkait ganti rugi lahan, Dio pangilan akrab Kadinkes menyampaikan Pemkot Balikpapan akan memberikan santunan kepada 17 kepala keluarga yang bermukim di lokasi lahan yang akan bangun rumah sakit.

“Karena memang status lahan ini adalah milik pemerintah maka yang diberikan adalah dalam bentuk santunan, dan tidak ada ganti rugi di dalamnya,” ucapnya. #

Wartawam: Thina

No More Posts Available.

No more pages to load.